Ilustrasi SPPG program BGN yang dikelola anggota polisi aktif di Jambi
JAMBI, NYARINGINDONESIA.COM – Seorang anggota polisi aktif di Jambi berinisial P menjadi sorotan setelah yayasan yang diduga dikelolanya dilaporkan ke Polda Jambi terkait dugaan pemalsuan dokumen dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Tak hanya P, laporan tersebut juga menyeret nama istrinya, Novillya Dewi, serta sejumlah anggota keluarga lainnya yang disebut ikut terlibat dalam pengelolaan yayasan. Ketiganya diketahui mengelola tiga yayasan yang menaungi sedikitnya 22 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kuasa hukum para pelapor, Ramos Hutabarat, menyatakan bahwa terdapat sedikitnya 11 mitra SPPG yang mengaku dirugikan. Mereka melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan serta perubahan dokumen yang diajukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Ramos, tanda tangan para mitra diduga digunakan tanpa persetujuan dan sejumlah dokumen yang diunggah ke BGN disebut telah dimodifikasi. Akibatnya, yayasan tercatat sebagai pemilik penuh fasilitas dapur SPPG, mulai dari bangunan hingga perlengkapan operasional.
“Faktanya, aset dan fasilitas tersebut merupakan milik para mitra dapur SPPG, bukan milik yayasan,” ujar Ramos, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, 11 dapur yang didampinginya berada di bawah naungan tiga yayasan yang masih terhubung dalam satu keluarga. P disebut menjabat sebagai ketua yayasan, sementara Novillya Dewi memimpin salah satu yayasan bernama Nuansa Mitra Sejati.
Ramos juga mempertanyakan keterlibatan aparatur negara aktif dalam pengelolaan yayasan tersebut. Menurutnya, status P sebagai anggota Polri aktif dan adanya anggota keluarga lain yang berstatus ASN menjadi perhatian tersendiri.
Lebih lanjut, ia menilai dugaan pemalsuan dokumen berpotensi membuat para pemilik dapur tidak tercatat sebagai mitra resmi. Kondisi itu disebut berdampak pada minimnya transparansi terkait penggunaan anggaran yang berasal dari pemerintah.
“Program MBG merupakan program prioritas nasional. Sebagai pemilik dapur, klien kami ingin turut mengawasi pelaksanaannya agar berjalan sesuai aturan,” katanya.
Di sisi lain, Novillya Dewi membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada pihaknya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan penipuan maupun manipulasi dokumen.
Menurut Novillya, hubungan antara yayasan dan mitra telah diatur sesuai mekanisme yang berlaku. Dalam skema tersebut, BGN menjalin kerja sama dengan yayasan, kemudian yayasan meneruskan kerja sama kepada para mitra.
Dilansir dari Kompas.com, Ia menjelaskan bahwa berdasarkan petunjuk teknis BGN, yayasan bertugas mengelola operasional SPPG, termasuk penyaluran bantuan, perekrutan tenaga kerja, hingga kerja sama dengan pemasok bahan pangan. Sementara itu, mitra menyediakan sarana dan fasilitas pendukung.
Terkait dugaan pemalsuan tanda tangan, Novillya mengaku tidak mengetahui secara rinci karena proses administrasi ditangani oleh tim khusus.
“Soal administrasi dikerjakan oleh tim admin. Saya lebih fokus pada kualitas makanan dan pemenuhan gizi anak-anak,” ujarnya.
Novillya juga menegaskan bahwa ketiga yayasan tersebut tidak memiliki hubungan dengan institusi Polri. Menurutnya, yayasan dikelola secara mandiri oleh dirinya bersama keluarga.
Ia tidak menampik bahwa suaminya masih berstatus anggota polisi aktif, namun menegaskan seluruh aktivitas yayasan bersifat nirlaba dan tidak ada upaya menyembunyikan status pekerjaan para pengurusnya.
Saat ini, ketiga yayasan tersebut disebut mengelola total 22 dapur SPPG yang mendukung pelaksanaan program MBG.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima dan tengah ditangani oleh penyidik.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” kata Erlan.
Polda Jambi kini masih mengumpulkan keterangan dan bukti guna mendalami dugaan pelanggaran yang dilaporkan para mitra SPPG tersebut.
Versi ini lebih cocok untuk portal berita online karena memiliki alur yang lebih rapi, bahasa yang lebih dinamis, dan tetap berimbang dengan memuat keterangan dari kedua belah pihak.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

