Polisi Perketat Pengawasan Perang Sarung di Cimahi, Pelajar dan Orang Tua Dipanggil

1771635980778

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Aparat kepolisian di Cimahi meningkatkan intensitas pengawasan menyusul maraknya aksi perang sarung yang melibatkan kalangan pelajar selama Ramadan. Aktivitas yang semula dikenal sebagai permainan tradisional itu kini dinilai telah bergeser menjadi aksi kekerasan antarkelompok yang berpotensi menimbulkan luka serius hingga korban jiwa.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Melalui keterangan resmi Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat, disebutkan bahwa jajaran Polres Cimahi bersama Polsek Cimahi telah melakukan pendataan terhadap pelajar yang terlibat serta memanggil orang tua untuk diberikan pembinaan.

Langkah tersebut diambil setelah sejumlah insiden perang sarung berujung pada bentrokan fisik dan menyebabkan korban luka.

Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa perang sarung umumnya terjadi selepas salat tarawih hingga menjelang sahur. Ia mengungkapkan, aksi tersebut kerap direncanakan melalui pesan singkat maupun media sosial sehingga cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Menurutnya, fenomena ini tidak lagi bisa dipandang sebagai tradisi musiman. Dalam sejumlah kasus, sarung diisi benda keras atau dimodifikasi sehingga berpotensi melukai lawan.

“Ini menjadi perhatian serius selama bulan Ramadan karena potensi bahayanya cukup tinggi,” ujarnya.

Kapolres Cimahi, Niko N Adi Putra, menegaskan bahwa kepolisian akan bertindak tegas terhadap pelaku. Ia memastikan aparat tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan yang mengganggu ketertiban umum.

“Kami secara aktif membubarkan dan mengamankan remaja yang terlibat. Tindakan ini sebagai langkah pencegahan agar tidak terus berulang,” tegasnya, Jumat (20/2/2026).

Selain penindakan langsung di lapangan, kepolisian juga memanggil orang tua siswa untuk diberikan pembinaan. Pendekatan ini dinilai penting guna memperkuat pengawasan keluarga, terutama pada jam-jam rawan malam hari.

“Kami ingin orang tua lebih aware terhadap aktivitas anak-anaknya,” tambahnya.

Kepolisian menegaskan, apabila dalam aksi perang sarung ditemukan unsur pidana, maka proses hukum tetap akan dijalankan sesuai ketentuan. Untuk mengantisipasi eskalasi, patroli dan pengawasan diperketat dengan melibatkan unsur terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja Kota Cimahi.

Pihak kepolisian berharap pendekatan preventif dan kolaboratif ini mampu menekan potensi kenakalan remaja selama Ramadan.

Hendra Rochmawan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan lingkungan. Ia mendorong keluarga mengarahkan anak-anak pada kegiatan positif seperti belajar, berolahraga, atau aktivitas keagamaan.

Dengan pengawasan terpadu antara aparat, keluarga, dan masyarakat, praktik perang sarung diharapkan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik yang membahayakan keselamatan generasi muda.

 

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News