Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat mulai mematangkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat kaderisasi dan konsolidasi kepengurusan hingga tingkat paling bawah.
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat mulai mematangkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat kaderisasi dan konsolidasi kepengurusan hingga tingkat paling bawah.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk membentuk dan memperbarui kepengurusan di tingkat kecamatan.
Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan kaderisasi tidak semata-mata ditujukan untuk memenangkan pemilu. Lebih dari itu, kaderisasi menjadi proses untuk menyiapkan calon-calon pemimpin muda yang berdedikasi, visioner, bertanggung jawab, dan memiliki kemampuan memimpin di berbagai tingkatan.
“Harapan kami, dalam Musancab ini lahir calon-calon pemimpin yang kami harapkan dapat membawa PPP menatap masa depan lebih baik, dengan memenangkan perolehan suara terbanyak di pemilu mendatang,” kata Uu dalam Musancab PPP Kota Cimahi di Cibogo, Cimahi Selatan, Minggu (23/8/2026).
Menurut Uu, saat ini banyak orang yang ingin menjadi pemimpin, tetapi belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menjalankan kepemimpinan.
Karena itu, PPP melakukan konsolidasi kepengurusan dari tingkat bawah. Setelah Muscab di seluruh kabupaten/kota selesai, PPP Jawa Barat kini melanjutkan konsolidasi melalui Musancab di tingkat kecamatan.
“Setelah melaksanakan Muscab di tiap kabupaten/kota selesai, sekarang sedang melaksanakan Musancab dalam pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan se-Jawa Barat yang berjumlah hampir 627 kecamatan di Jawa Barat,” ujarnya.
Uu mengatakan konsolidasi tersebut juga bertujuan memperjelas tugas dan fungsi masing-masing pengurus. Setelah kepengurusan terbentuk, PPP akan melanjutkannya dengan pemantapan, peningkatan kapasitas atau upgrading, serta pembekalan.
“Nantinya, para pengurus baru akan diberikan pelajaran bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik, bagaimana menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan yang identik dengan partai Islam sesuai dengan harapan para pendiri PPP, para ulama, dan para kiai,” jelasnya.
Selain membentuk kepengurusan, PPP juga akan membekali kader dengan kemampuan merekrut anggota, terutama dari kalangan generasi muda.
Uu menilai pendekatan terhadap Gen Z menjadi penting karena masih banyak generasi muda yang belum memahami PPP.
“Dan juga bagaimana cara merekrut masyarakat hari ini yang cenderung kebanyakan Gen Z, mayoritasnya terutama di Jawa Barat,” katanya.
Uu menambahkan, penguatan ideologi partai menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi kompetisi politik ke depan.
Menurutnya, kader yang memiliki ideologi kuat akan memiliki dedikasi dan ghirah untuk membesarkan partai tanpa harus selalu menunggu instruksi ataupun imbalan materi dan jabatan.
“Terlebih tanpa diiming-imingi materi, tanpa diiming-imingi jabatan. Karena mereka sudah memiliki ideologi yang kuat, maka akan bergerak dengan sendirinya,” ujarnya.
Ia menilai jika seluruh kader memiliki tanggung jawab dan semangat yang sama, kerja membesarkan partai akan menjadi lebih ringan.
“Kalau seluruh internal kader memiliki tanggung jawab dan memiliki ghirah yang sama, kita akan ringan untuk membesarkan partai,” kata Uu.
Selain penguatan ideologi, PPP juga akan memberikan pendidikan kepada kader mengenai strategi merekrut massa. Program tersebut nantinya akan dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Setelah kami membangun jaringan dengan pembentukan kepengurusan di tiap jenjang tingkatan, kami akan mengadakan pengkaderan kepada seluruh kader struktur bagaimana tata cara untuk menggaet massa, mengajak massa masuk PPP,” ujarnya.
Pendekatan kepada masyarakat, lanjut Uu, akan dilakukan melalui berbagai program pelatihan, seperti pelatihan tata boga, UMKM, digitalisasi, dan keterampilan lain yang dibutuhkan masyarakat.
“Kemudian ke anak Gen Z, pelatihan tentang digitalisasi, kemudian pelatihan tentang hal-hal yang lain yang diperlukan hari ini,” katanya.
PPP Jawa Barat, kata Uu, saat ini juga tengah memetakan kebutuhan masyarakat, termasuk peluang lapangan kerja bagi generasi muda.
“Kami sedang memantau, memotret anak-anak di Jawa Barat untuk mendapatkan lapangan kerja, peluang apa yang harus kami lakukan,” pungkasnya. (Bzo)

