Salah menyebut nama desa lokasi acara, Zulhas langsung menjadi sasaran gurauan Presiden yang menanyakan kepada warga apakah sang menteri perlu direshuffle.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!KEBUMEN, NYARINGINDONESIA.COM — Momen menarik terjadi saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Sabtu (23/5/2026). Dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sempat salah menyebut nama desa lokasi panen, yang kemudian memicu candaan dari Presiden.
Peristiwa itu bermula ketika Prabowo hendak menyebutkan nama desa tempat berlangsungnya panen raya. Saat itu, Zulkifli Hasan yang berada di samping Presiden membisikkan bahwa lokasi kegiatan berada di Desa Karangduwur.
Namun, masyarakat yang hadir langsung menyahut dan mengoreksi bahwa lokasi sebenarnya adalah Desa Tegalretno. Suasana pun menjadi riuh karena banyak warga serempak meneriakkan nama desa yang benar.
Untuk memastikan informasi tersebut, Prabowo kemudian mempersilakan salah seorang warga menyebutkan langsung nama desa melalui pengeras suara yang digunakannya. Warga tersebut menegaskan bahwa lokasi panen raya berada di Desa Tegalretno.
Menanggapi kekeliruan itu, Prabowo melemparkan candaan kepada masyarakat dengan menanyakan apakah Zulkifli Hasan perlu direshuffle dari jabatannya.
“Waduh, ini. Menko tadi salah. Salah nama. Perlu di-reshuffle nggak kira-kira?” ujar Prabowo yang disambut gelak tawa warga.
Mendengar pertanyaan tersebut, masyarakat justru kompak meneriakkan agar Zulkifli Hasan tidak dicopot dari jabatannya.
“Jangan? Oh, untung rakyat sayang sama kamu. Matur nuwun. Minta maaf,” kata Prabowo sambil bercanda.
Di balik momen santai tersebut, Presiden juga menyoroti keberhasilan program Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang dikembangkan di Kebumen. Menurut laporan yang diterimanya, kawasan budidaya tersebut mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang per hektare dalam satu kali panen.
Dengan harga jual yang mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram, hasil panen tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi yang sangat besar dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap berapa orang yang kerja sekarang? 650 orang setempat bekerja,” ujar Prabowo.
Presiden menilai sektor perikanan dan budidaya udang memiliki prospek besar sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir. Sementara itu, candaan soal “reshuffle” Zulhas menjadi momen yang mencairkan suasana dan mengundang tawa para peserta panen raya.

