Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi mulai dilaksanakan
CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Dalam upaya mengurangi risiko banjir dan genangan air saat musim hujan, Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi melaksanakan sejumlah kegiatan, diantaranya pembuatan lubang resapan biopori di sejumlah titik lingkungan permukiman warga.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kegiatan ini melibatkan pengurus RW, warga setempat bahu membahu melakukan pembuatan biopori sebagai solusi sederhana namun efektif dalam meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.
Lubang biopori yang direncanakan berjumlah 40 titik ini berfungsi sebagai saluran infiltrasi yang membantu mengurangi limpasan air hujan di permukaan sehingga dapat meminimalkan potensi banjir dan genangan.
Kepala Perencana kegiatan RW 10, Yuwono menyampaikan bahwa wilayah permukiman yang semakin padat menyebabkan berkurangnya area resapan air. Oleh karena itu, pembuatan biopori menjadi salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memberikan solusi nyata dalam mengurangi genangan air saat hujan deras,” ujarnya. Rabu (10/06/2026)
Selain berfungsi sebagai sarana resapan air, lubang biopori juga dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan risiko banjir, tetapi juga mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Warga RW 10 Karang Mekar, Andri, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap jumlah biopori dapat terus ditambah di berbagai titik strategis agar manfaatnya semakin terasa, terutama pada musim penghujan yang sering menimbulkan genangan di beberapa ruas jalan dan halaman rumah.
“Program pembuatan biopori ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap banjir, sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan,” tutupnya.

