Putus Pertemanan Berujung Tragis di Ex Kampung Gajah

Kampung Gajah

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Upaya keluarga untuk menjauhkan korban dari lingkungan pergaulan yang dianggap tidak sehat ternyata tak mampu mencegah tragedi pembunuhan seorang pelajar di kawasan eks Kampung Gajah. Sebelum kejadian, keluarga korban bahkan telah berencana memindahkan sekolah korban ke wilayah Bandung.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil karena keluarga menilai hubungan pertemanan antara korban dan pelaku sudah berlebihan.

“Dalam hubungan tersebut, pelaku merasa bahwa pertemanan mereka berlebih. Hal ini membuat keluarga korban merasa khawatir dan akhirnya mencoba untuk memindahkan sekolah korban ke Bandung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/2/26).

Menurut Niko, korban sebenarnya telah berusaha mengambil sikap dengan menjaga jarak dari pelaku. Bahkan korban sempat menyatakan ingin mengakhiri hubungan pertemanan itu.

“Korban mulai menyadari dan mencoba menjauhi pelaku, hingga akhirnya memberikan pernyataan sikap bahwa ia menghentikan pertemanannya,” jelasnya.

Namun keputusan tersebut justru memicu emosi pelaku. Polisi menduga rasa sakit hati yang mendalam menjadi latar belakang tindakan nekat tersebut.

“Itulah yang menjadi pemicu sehingga rasa sakit hati pelaku memuncak. Pelaku kemudian mengajak APM untuk menuju ke Bandung guna menghabisi nyawa korban,” ungkap Niko.

Dalam proses penyidikan, Polres Cimahi telah memeriksa 13 saksi. Jumlah tersebut bertambah dari sembilan saksi yang diperiksa pada tahap awal.

“Di antara 13 saksi tersebut, salah satunya adalah psikolog yang nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka selaku eksekutor untuk kami dalami lebih lanjut,” katanya.

Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara serta menjadwalkan pemeriksaan tambahan, termasuk pendalaman kondisi psikologis tersangka.

“Rencana selanjutnya adalah terkait dengan beberapa pemeriksaan tambahan, yang mana salah satunya akan melibatkan ahli psikolog tersebut,” pungkasnya. (Bzo)