Ramadhan Expo Usai, Alun – Alun Cimahi Kembali Bersih

Ramadhan Expo

Ramadhan Expo 2026 usai, Kawasan alun – alun Kota Cimahi dibersihkan Pemkot Cimahi dipimpin Wakil Wali Kota Cimahi Adithia Yudisthira

CIMAHI, NyarigIndonesia.com – Kemeriahan Ramadhan Expo ke-3 Tahun 2026/1447 H di Alun-Alun Kota Cimahi telah berakhir. Ribuan pengunjung, meningkatnya aktivitas pelaku usaha, hingga tingginya perputaran ekonomi kerap menjadi tolok ukur keberhasilan suatu kegiatan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Namun, di balik capaian tersebut, terdapat aspek lain yang tidak kalah penting, yaitu dampak terhadap lingkungan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat memimpin kegiatan bersih-bersih di kawasan alun-alun pada Jumat pagi. (20/03/26).

Tanpa seremoni, ia hadir dan terlibat langsung bersama petugas kebersihan serta masyarakat untuk membersihkan sisa-sisa aktivitas expo yang berlangsung sepanjang bulan Ramadhan. Aksi tersebut menjadi pesan bahwa keberhasilan suatu kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau nilai transaksi semata.

” Suatu kegiatan dapat dikatakan berhasil apabila mampu memberikan dampak positif secara menyeluruh, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kemeriahan acara harus diiringi dengan tanggung jawab terhadap kondisi ruang publik setelah kegiatan berakhir.” tutur Adithia Yudisthira pada media.

Kehadiran Adhitia di lapangan tak bersifat simbolis. Ia turut memunguti sampah dan berbaur dengan para petugas serta warga, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang mencerminkan kolaborasi nyata. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

” Kami mengapresiasi panitia, pelaku UMKM, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Ramadhan Expo tahun ini. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kegiatan ini kami niilai mampu memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.” ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap kegiatan harus ditutup dengan tanggung jawab yang jelas, salah satunya memastikan lokasi kembali bersih dan nyaman digunakan oleh publik. Hal ini penting agar ruang terbuka seperti alun-alun tetap menjadi tempat yang layak bagi semua kalangan.

” Kami pun melihat respons masyarakat terhadap kegiatan ini cukup positif. Sejumlah warga mengaku terinspirasi dan mulai menyadari pentingnya menjaga kebersihan, tak hanya selama acara berlangsung, tetapi juga setelahnya.” tambahnya.

Dalam waktu relatif singkat, kawasan alun-alun kembali tertata rapi. Area yang sebelumnya dipenuhi sisa aktivitas kini kembali bersih dan nyaman digunakan.

Kegiatan ini menjadi penutup yang bermakna dari rangkaian Ramadhan Expo. Lebih dari sekadar kemeriahan, kegiatan ini meninggalkan pesan bahwa keberhasilan suatu agenda harus diukur secara menyeluruh.

” Tak hanya dilihat dari aspek ekonomi dan jumlah pengunjung, tetapi juga dari kepedulian terhadap lingkungan yang ditinggalkan.” pungkasnya. (Bzo)