Razia Rambut di SMKN 2 Garut Jadi Sorotan

1778149097911
Video siswi menangis usai rambut dipotong viral di media sosial. Publik menyoroti dugaan tindakan berlebihan saat pemeriksaan hingga pendampingan psikologis bagi para korban.

GARUT, NYARINGINDONESIA.COM – Sorotan publik terhadap kasus razia rambut di SMKN 2 Garut terus meluas. Tidak hanya soal pemotongan rambut siswi, muncul pula dugaan adanya siswi berhijab yang diminta melepas kerudung di hadapan guru saat pemeriksaan berlangsung.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Peristiwa ini menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan sejumlah siswi menangis usai rambut mereka dipotong beredar luas di media sosial. Dalam razia tersebut, rambut para pelajar diperiksa karena diduga diwarnai dan dianggap melanggar aturan sekolah.

Dugaan permintaan membuka hijab saat pemeriksaan pun memicu kritik dari berbagai pihak. Banyak yang menilai tindakan tersebut berlebihan dan dapat memberikan dampak psikologis bagi para siswi.

Menanggapi polemik itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut para siswi yang terdampak telah memperoleh pendampingan psikologis dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Garut.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebanyak 18 siswi telah dibawa ke salon untuk memperbaiki kondisi rambut mereka setelah kasus tersebut menjadi viral.

Hingga kini, publik masih menanti penjelasan rinci mengenai kronologi kejadian serta dugaan keterlibatan oknum guru dalam pelaksanaan razia tersebut.