Kemenangan Los Blancos di Santiago Bernabeu diwarnai aksi protes suporter setelah Real Madrid kembali menjalani musim tanpa gelar.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!SPANYOL, NYARINGINDONESIA.COM – Real Madrid berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Real Oviedo dalam lanjutan pekan ke-36 La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, Jumat (15/5/2026).
Meski meraih tiga poin, atmosfer pertandingan justru dipenuhi ketegangan akibat aksi protes suporter terhadap Presiden klub, Florentino Perez.
Sejak awal pertandingan, Real Madrid tampil kurang meyakinkan. Peluang pertama baru hadir pada menit ke-21 lewat sepakan Trent Alexander-Arnold dari luar kotak penalti, namun bola masih melebar tipis.
Beberapa menit kemudian, Brahim Diaz memaksa kiper Oviedo, Aaron Escandell, melakukan penyelamatan penting.
Tim tamu sempat memberikan ancaman melalui tendangan Nacho Vidal, tetapi bola gagal menemui sasaran.
Kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum. Berawal dari kesalahan lini belakang Oviedo, Brahim Diaz mengirim umpan ke tepi kotak penalti yang langsung disambar Gonzalo Garcia untuk membawa Madrid unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Oviedo nyaris menyamakan kedudukan lewat peluang Alberto Reina, namun sepakannya masih melebar.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, kemudian memasukkan Kylian Mbappe dan Jude Bellingham untuk meningkatkan intensitas serangan.
Pergantian tersebut terbukti efektif. Pada menit ke-80, Bellingham sukses menggandakan keunggulan Los Blancos setelah menerima umpan pendek dari Mbappe sebelum melepaskan tendangan rendah ke sudut kiri gawang.
Oviedo mencoba memperkecil ketertinggalan di sisa laga melalui peluang Haissem Hassan, tetapi berhasil digagalkan Thibaut Courtois.
Di balik kemenangan tersebut, tekanan terhadap Florentino Perez justru semakin besar. Stadion Santiago Bernabeu terlihat tidak terisi penuh dan sejumlah suporter membentangkan spanduk bertuliskan “Florentino, pergi sekarang.”
Dilansir dari ESPN, Perez bahkan sempat terlibat adu argumen singkat dengan beberapa penggemar di area hospitality sebelum pertandingan dimulai.
Kemarahan suporter dipicu kegagalan Real Madrid meraih trofi selama dua musim beruntun. Situasi semakin memanas setelah Perez sebelumnya menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya.
Usai pertandingan, Alvaro Arbeloa mengakui tekanan di internal klub saat ini sangat besar.
“Di klub ini tingkat tuntutannya sangat tinggi. Ketika menjalani musim tanpa gelar, semuanya terasa lebih berat dan pertandingan menjadi semakin sulit,” ujar Arbeloa dikutip dari situs resmi klub.
Arbeloa juga menjelaskan alasan tidak memainkan Mbappe sejak menit awal. Menurutnya, keputusan tersebut murni demi menjaga kondisi fisik pemain jelang laga berikutnya melawan Sevilla FC.
“Saya memahami Mbappe tidak senang karena tidak bermain penuh, tetapi keputusan itu dibuat demi menghindari risiko cedera,” katanya.
Terkait cemoohan suporter kepada Mbappe dan Vinicius Junior, Arbeloa meminta fans tetap memberikan dukungan.
“Saya yakin ketika mereka kembali tampil maksimal dan mencetak gol, dukungan suporter akan kembali hadir,” ucapnya.
Hasil ini membuat Real Madrid tetap berada di posisi kedua klasemen La Liga dengan 80 poin, tertinggal 11 angka dari FC Barcelona di puncak klasemen.
Sementara itu, Real Oviedo semakin terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi 29 poin dari 36 pertandingan.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

