CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Relawan dari berbagai kelurahan di Kota Cimahi terus menunjukkan dedikasinya sebagai mitra lapangan bagi petugas Pemadam Kebakaran. Komitmen tersebut terlihat melalui kegiatan pelatihan relawan yang rutin dilaksanakan
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Program pelatihan relawan pemadam kebakaran digelar untuk meningkatkan kewaspadaan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.
Pelaksana Tugas Kasatpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Sugeng, menjelaskan bahwa calon relawan harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berusia maksimal 50 tahun, sehat secara fisik maupun mental, serta tidak terikat dengan lembaga lain.
“Kami juga memperkenalkan program PERISAI API untuk memperkuat efektivitas para relawan dalam menghadapi insiden kebakaran. Program ini mencakup pelatihan teknis, simulasi penanganan, dan kegiatan publikasi guna menumbuhkan kesadaran masyarakat,” ujar Sugeng saat ditemui media di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Kamis (04/12/25).
Sugeng menambahkan, pembinaan terhadap Relawan Kebakaran (REDKAR) menjadi agenda rutin yang sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah.
“Tahun ini saja, sudah 12 sesi pelatihan yang kami selenggarakan. Pembinaan seperti ini harus terus dilakukan karena REDKAR merupakan mitra utama kami di lapangan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan kegiatan seremonial semata. Relawan REDKAR dinilai sebagai barisan awal yang terlibat dalam penanganan dini kebakaran serta edukasi ke masyarakat.
“Tadi juga terlihat, mereka sudah mampu melakukan penyuluhan tentang pemadaman. Jika hanya mengandalkan petugas Damkar untuk mengedukasi seluruh wilayah Cimahi tentu tidak memungkinkan, mengingat jumlah personel kami terbatas,” jelasnya.
Sugeng menuturkan, keberadaan relawan sangat membantu dalam berbagai tahapan, mulai dari mempersiapkan lokasi, melakukan penanganan awal, hingga mendampingi tim Damkar saat tiba di lokasi kejadian. Hal tersebut menjadikan peran REDKAR semakin strategis bagi keselamatan warga.
Ia juga mengajak warga yang memiliki minat menjadi relawan untuk bergabung.
“REDKAR adalah garda pertama di lapangan. Mereka menyiapkan area agar petugas pemadam dapat bekerja optimal. Masyarakat yang ingin bergabung dipersilakan mendaftar melalui wilayah masing-masing,” ujarnya.
Sementara materi pelatihan REDKAR sendiri meliputi pembekalan dari Damkar, BPBD, dan sejumlah instansi terkait mitigasi bencana, seperti teknik dasar pemadaman, penyelamatan, serta prosedur menghadapi keadaan darurat.
Sugeng mengungkapkan bahwa anggota REDKAR kini telah mengantongi SK Wali Kota Cimahi sebagai dasar legalitas. Meski demikian, baru sebagian kecil relawan yang memperoleh sertifikasi resmi.
“SK sudah diterbitkan. Untuk sertifikasi, baru beberapa yang mendapatkannya. Sisanya akan menyusul,” terangnya.
Ia berharap pembinaan yang terus dilakukan mampu meningkatkan kapasitas relawan di seluruh wilayah Cimahi, sehingga mereka semakin siap membantu penanganan kebakaran dan melindungi masyarakat.
“Kami yakin dengan meningkatnya kompetensi relawan REDKAR, upaya pencegahan serta pengendalian kebakaran di Kota Cimahi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran,” pungkasnya.(Bzo)