Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, menyebut cuaca kering yang terjadi saat ini menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
KBB, NyaringIndonesia.com – Musim kemarau yang mulai melanda Kabupaten Bandung Barat menjadi tanda awal meningkatnya potensi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga kejadian kebakaran lahan yang memperkuat kekhawatiran akan naiknya ancaman karhutla selama periode kemarau tahun ini.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah, menyebut cuaca kering yang terjadi saat ini menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran.
“ Kita bisa lihat, dalam seminggu kemarin saja ada tiga kejadian kebakaran. Jadi saat musim kemarau ini sangat rentan sekai terhadap potensi risiko kebakaran hutan.” kata Siti. Kamis (02 /07/26).
Ia mengungkapkan, bahwa pada Selasa, 30 Juni 2026 sore di lahan kebun Kampung Nantug RT 01 RW 07, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor.
Dalam peristiwa tersebut, api menghanguskan sekitar 1.000 meter persegi lahan dari total area terdampak seluas 1.500 meter persegi.
” Vegetasi kering seperti ilalang, rumput, dan daun-daun kering menjadi material yang mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api di lokasi kejadian.” terangnya.
Saat ini, pemicu pasti kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. Namun, ia memprediksi , tiupan angin dapat memicu kebakaran lebih besar terutama saat lahan yang kering terbakar
“ Yang terbakar saat itu adalah ilalang dan daun – daun yang kering, sehingga menghabiskan sekitar 1.00 meter dari luas 1.500 meter persegi.” ujar Siti.
Sementara utu, DPKP KBB juga memgakui karhutla sering diakibat oleh tangan – tangan manusia , seperti membuang puntung rokok sembarangan, lalu meninggalkan sampah yang masih terbakar.
“Penyebabnya bisa apa saja, salah satunya membuang puntung rokok, bakar sampah lalu ditinggal, apalagi pada saat angin besar.” akunya.
Karenanya, DPKP KBB, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih saat musim kemarau yang semakin kering.
” Risiko kebakaran dapat meningkat signifikan akibat kombinasi cuaca panas, lahan kering, dan aktivitas manusia yang kurang hati-hati.” jelasnya. (Bzo).

