Jakarta, NyaringIndonesia.com – Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti sikap optimistis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta meningkatnya harga minyak dunia yang dipicu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Pada awal perdagangan Senin, 9 Maret 2026, rupiah sempat tertekan hingga menyentuh Rp17.019 per dolar AS. Meski demikian, pada perdagangan hari berikutnya mata uang rupiah terlihat mulai menguat kembali.
Di sisi lain, Purbaya sebelumnya menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada Februari 2026 mengalami defisit sebesar Rp135,7 triliun. Walaupun demikian, ia tetap menyatakan bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan percepatan pertumbuhan.
Menurut Rocky, Indonesia saat ini menghadapi risiko besar akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia menilai perang tersebut menciptakan ketidakpastian global yang dapat berdampak luas pada kondisi ekonomi.
“Semua hal yang akhirnya ada di depan mata kita menunjukkan bahwa kita harus bersiap untuk yang terburuk. Bersiap yang terburuk artinya memanfaatkan apa yang tersisa untuk dimaksimalkan,” ujar Rocky di kanal YouTube miliknya, Senin (09/03/2023)
Dalam pernyataannya Rocky mengatakan bahwa berbagai perkembangan yang terjadi saat ini seharusnya membuat pemerintah dan masyarakat bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Ia menilai sumber daya yang masih tersedia perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk menghadapi situasi tersebut.
Rocky juga mengkritik pernyataan optimistis Purbaya mengenai kondisi ekonomi di tengah situasi global yang tidak menentu. Menurutnya, optimisme tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
“Sampai kemarin, seolah-olah ada optimisme pada Purbaya. Tapi itu optimisme yang palsu. Kalau dikatakan data-data makronya baik, iya,” ujar Rocky.
Ia menjelaskan bahwa indikator ekonomi makro pada dasarnya merupakan gabungan dari berbagai data mikro. Karena itu, kondisi makro yang terlihat baik belum tentu mencerminkan kondisi mikro yang juga baik.
Sebaliknya, jika kondisi mikro kuat, maka kondisi makro biasanya akan ikut menunjukkan hasil yang baik.
Rocky menegaskan bahwa persoalan utama dalam situasi seperti ini adalah soal kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ia mempertanyakan apakah masyarakat benar-benar percaya pada pernyataan para menteri yang berasal dari lingkungan istana.
Selain itu, Rocky juga menilai para menteri seharusnya bersikap lebih jujur dalam menyampaikan kondisi sebenarnya kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, dalam situasi saat ini tidak mudah bagi pemerintah untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.

