Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi menanam 25 pohon durian di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi menanam 25 pohon durian di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat.
Penanaman dilakukan sebagai bentuk penghijauan sekaligus mengganti sejumlah pohon yang sebelumnya ditebang dalam proses penataan taman rumah sakit.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penebangan sejumlah pohon merupakan bagian dari penataan lingkungan RSUD Cibabat. Namun, pohon yang ditebang tetap harus diganti agar fungsi penghijauan di lingkungan rumah sakit tetap terjaga.
“Untuk penataan ada pohon yang memang ditebang. Nah, kegiatan kali ini dimaksudkan untuk mengganti pohon yang ditebang,” kata Ngatiyana pada media usai penanaman pohon di area taman RSUD Cibabat. Selasa (11/08/26).
Menurutnya, sebanyak 25 pohon durian dipilih sebagai tanaman pengganti karena selain memiliki nilai estetika, pohon tersebut juga dapat menghasilkan buah dalam waktu relatif cepat.
“Kenapa kita pilih pohon durian? Karena pohon durian ini satu atau dua tahun sudah berbuah. Jadi pohonnya tidak tinggi, pendek saja, tetapi buahnya ada,” ujarnya.
Ngatiyana menyebut penanaman pohon tidak hanya dilakukan di area taman RSUD Cibabat. Sejumlah titik lain juga akan ditanami pohon untuk mempertahankan penghijauan sekaligus mempercantik lingkungan rumah sakit.
Keberadaan pohon durian, lanjut dia, diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis dan menghasilkan buah, tetapi juga menjadi daya tarik sekaligus ciri khas RSUD Cibabat ke depan.
Ngatiyana menjelaskan, pemangkasan dan penebangan sebagian pohon di kawasan RSUD Cibabat bukan dilakukan sembarangan. Penataan tersebut salah satunya bertujuan memperjelas keberadaan rumah sakit agar lebih mudah terlihat dari luar.
“Pemangkasan ini untuk memperjelas keberadaan RSUD Cibabat. Nantinya masyarakat akan lebih mudah mencari lokasi RSUD Cibabat karena tulisannya tampak jelas terlihat dari luar,” tegasnya.
Ia menambahkan, penataan RSUD Cibabat tidak hanya menyangkut taman dan infrastruktur. Pemerintah Kota Cimahi juga tengah mendorong pembenahan dari sisi pelayanan kepada pasien, manajemen, hingga sumber daya manusia.
“Yang paling utama dari penataan RSUD Cibabat bukan area taman atau hanya infrastruktur, namun termasuk reformasi pelayanan terhadap pasien, manajemen, serta karyawannya,” katanya.
Pemkot Cimahi juga berencana mengembangkan pelayanan klinik sore, termasuk layanan kesehatan jiwa. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap persiapan.
“Kami berharap dengan berbagai upaya yang kami lakukan dapat mengubah kesan masyarakat terhadap RSUD Cibabat, dan RSUD Cibabat bisa lebih terdepan dalam segi apa pun,” harap Ngatiyana.
Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup LMP Kota Cimahi Ramli Simbolon mengingatkan agar kegiatan penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman.
Menurutnya, keberhasilan program penghijauan justru ditentukan oleh perawatan setelah pohon ditanam. Tanpa pemeliharaan yang konsisten, pohon yang ditanam berpotensi tidak tumbuh optimal.
“Jangan sampai hanya seremoni. Setelah itu tidak ada tindak lanjut. Pohon yang ditanam harus dipastikan tumbuh dan dirawat,” tegas Ramli.
Ia menilai pohon harus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem, bukan sekadar simbol sebuah kegiatan. Karena itu, perlu ada pihak yang secara jelas bertanggung jawab terhadap perawatan pohon setelah penanaman.
Ramli mencontohkan pohon durian varietas Musang King yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat apabila tidak diikuti perawatan yang baik.
“Ini bukan hanya soal pertanian atau buah. Di perkotaan, pohon punya fungsi ekologis: menjaga tutupan lahan, sistem hidrologi, menyerap karbon, dan menjaga kualitas lingkungan,” jelasnya.
Menurut Ramli, penghijauan harus menjadi gerakan berkelanjutan. Terlebih, kebutuhan ruang hijau semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas dan kepadatan kawasan perkotaan.
Ia juga menegaskan bahwa LMP tidak pernah memberikan izin kepada pihak mana pun untuk melakukan perusakan lingkungan.
“Kami tidak menyetujui dan tidak menyemangati perusakan lingkungan,” katanya.
LMP Kota Cimahi berharap setiap program penghijauan ke depan memiliki konsep yang jelas dan berkelanjutan, mulai dari pemilihan jenis tanaman, kesesuaian lokasi, manfaat ekologis dan ekonomis, hingga mekanisme perawatan.
“Menjaga lingkungan bukan cuma diskusi di meja. Ini butuh tindakan nyata. DLH tidak bisa kerja sendiri,” pungkas Ramli. (Bzo)

