Sebelum Didistribusikan Kepada Siswa SMPN 6 Cimahi, Ahli Gizi Nyatakan Makanan Aman

1772180450596

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa onigiri yang dibagikan di SMPN 6 Cimahi pada Rabu, 25 Februari 2026, menuai sorotan setelah puluhan siswa, guru, dan staf dilaporkan mengalami keluhan kesehatan. Padahal, sebelum didistribusikan, menu tersebut diklaim telah dinyatakan aman oleh ahli gizi dari pihak penyedia SPPG.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Cimahi, Alip Winarta, menjelaskan bahwa sekolah telah menjalankan prosedur pengecekan sesuai mekanisme. Sekolah memiliki Person in Charge (PIC) yang bertanggung jawab dalam proses komunikasi dan distribusi MBG.

“Begitu barang datang kita cek. Ada pernyataan bahwa ini sudah dinyatakan aman oleh ahli gizi, maka didistribusikan,” ujar Alip saat ditemui di sekolah, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, pihak sekolah sempat mempertanyakan tekstur nasi yang terlihat agak basah. PIC sekolah kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG terkait kondisi tersebut.

“Jawaban dari pihak SPPG menyampaikan sudah komunikasi dengan ahli gizinya dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Alip, ahli gizi disebut menyampaikan bahwa menu onigiri tersebut masih aman dikonsumsi hingga waktu magrib. Pernyataan itu yang menjadi dasar sekolah tetap mendistribusikan makanan kepada siswa.

Biasanya, pihak sekolah melakukan uji coba dengan mencicipi makanan sebelum dibagikan. Namun, karena bertepatan dengan bulan Ramadan, pengecekan hanya dilakukan secara visual tanpa uji rasa.

“Karena bulan puasa, kami hanya melihat kondisinya saja,” katanya.

Keluhan kesehatan mulai muncul menjelang sore hingga malam hari, terutama dari siswa yang tidak berpuasa dan langsung mengonsumsi makanan setibanya di rumah. Laporan serupa juga disebut datang dari sekolah lain.

Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan dan menyarankan penanganan medis bagi yang mengalami gejala.

“Kami sarankan segera dibawa ke rumah sakit atau klinik bagi yang membutuhkan,” tegas Alip.

Hingga saat ini, tercatat 34 orang terdampak dengan kondisi beragam, mulai dari rawat jalan, perawatan di rumah, hingga dirawat di klinik, puskesmas, dan rumah sakit. Seorang guru piket dilaporkan sempat menjalani perawatan selama dua hari di RS Cibabat.

Sebagai langkah preventif, pihak sekolah menginstruksikan agar sisa makanan MBG tidak dikonsumsi. Imbauan juga disampaikan kepada orang tua dan siswa melalui pesan WhatsApp guna mencegah potensi dampak lanjutan.

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News