Sejarah Baru Gempasmi, Lapangan Bola Disulap Jadi Bumi Perkemahan MAN Purwakarta

1789620813053

PURWAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM — Pemandangan tak biasa terlihat di Lapang Gempasmi, Cikumpay, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Kamis (17/9/2026).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Lapangan yang selama puluhan tahun identik dengan pertandingan sepak bola itu kini dipenuhi tenda-tenda pramuka. Untuk pertama kalinya, Lapang Gempasmi dimanfaatkan sebagai bumi perkemahan bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purwakarta.

Perubahan suasana tersebut menjadi catatan tersendiri bagi pengelola dan warga sekitar. Jika biasanya lapangan dipenuhi pemain, bola, serta riuh suara penonton, kali ini area tersebut berubah menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa di alam terbuka.

Pemilihan Gempasmi sebagai lokasi perkemahan bukan tanpa pertimbangan. Panitia MAN Purwakarta menilai lapangan tersebut memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung pelaksanaan kegiatan selama beberapa hari.

Selain berada di lokasi yang strategis, Lapang Gempasmi memiliki penerangan yang memadai hingga malam hari, fasilitas toilet atau MCK, akses yang mudah dijangkau, serta berada tidak jauh dari permukiman warga.

Keberadaan masjid di sekitar lokasi juga menjadi salah satu pertimbangan utama. Para peserta kemah dapat menjalankan ibadah, termasuk salat berjamaah, dengan akses yang relatif mudah.

“Alasan kami memilih Lapang Gempasmi karena lokasinya strategis dan fasilitasnya lengkap. Dari penerangan lampu, toilet, aksesnya dekat, dan yang paling penting dekat dengan masjid. Jadi anak-anak mudah untuk salat berjamaah,” ujar panitia pelaksana.

Pemanfaatan lapangan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Gempasmi, Komarudin. Ia memberikan izin penggunaan lapangan karena kegiatan yang digelar MAN Purwakarta dinilai memberikan manfaat bagi pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Menurut Komarudin, penggunaan Lapang Gempasmi sebagai bumi perkemahan menjadi pengalaman baru sekaligus sejarah tersendiri bagi kawasan tersebut.

“Kami dari pengurus Gempasmi sangat mendukung. Lapang ini milik warga dan lokasinya di Cikumpay, Campaka sangat strategis. Jadi harus bermanfaat seluas-luasnya. Kalau biasanya untuk bola, sekarang untuk perkemahan MAN Purwakarta. Kami izinkan karena kegiatannya positif,” kata Komarudin.

Ia memastikan berbagai fasilitas yang tersedia di Gempasmi dapat menunjang kegiatan para peserta.

“Soal fasilitas jangan khawatir, lampu terang, toilet ada, akses mudah dan dekat masjid. Jadi memang sangat cocok untuk perkemahan,” tambahnya.

Perubahan fungsi sementara Lapang Gempasmi itu pun menghadirkan suasana yang berbeda. Deretan tenda berdiri di tengah lapangan, menggantikan pemandangan yang biasanya diisi aktivitas sepak bola.

Bagi para siswa MAN Purwakarta, lokasi tersebut bukan sekadar tempat mendirikan tenda. Kegiatan perkemahan menjadi bagian dari proses belajar untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, sekaligus memperkuat kebersamaan.

Sementara bagi warga dan pengelola Gempasmi, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa fasilitas yang selama ini dikenal sebagai sarana olahraga juga dapat memiliki fungsi lebih luas.

Gempasmi kini mencatat satu babak baru: dari lapangan sepak bola, untuk sementara berubah menjadi ruang pendidikan terbuka bagi generasi muda Purwakarta.