Sektor Animasi Warnai Kemajuan Ekonomi Kreatif Cimahi

IMG 20260606 093657
Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, mengatakan perkembangan ekonomi kreatif di Cimahi tak terlepas dari dukungan sumber daya manusia yang besar saat menerima kunjungan Komisi VII DPR RI ke PT Ayena Mandiri Sinema di kawasan Baros Information Technology and Creative, Jalan Mintareja, Kelurahan Baros, Kota Cimahi

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Kota Cimahi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Saat ini, Kota Cimahi memiliki empat subsektor unggulan ekonomi kreatif, yaitu makanan dan minuman, kerajinan, tekstil dan produk tekstil, serta animasi dan media kreatif.

Dari keempat subsektor tersebut, animasi dan media kreatif menjadi sektor yang paling menonjol sekaligus menjadi ciri khas Kota Cimahi.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana, mengatakan perkembangan ekonomi kreatif di Cimahi tak terlepas dari dukungan sumber daya manusia yang besar. Dari total sekitar 390,27 ribu penduduk, sebanyak 67,3 persen berada pada usia produktif yang menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif.

Maria menjelaskan, Pemkot Cimahi telah membangun fondasi pengembangan ekonomi kreatif sejak 2009 melalui penguatan sistem inovasi daerah. Kebijakan tersebut kemudian melahirkan berbagai program dan fasilitas yang mendukung tumbuhnya pelaku usaha kreatif, khususnya di bidang animasi dan media digital.

” Salah satu hasil pengembangan tersebut adalah berdirinya BITC yang diresmikan pada 2012. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat inkubasi, pelatihan, serta ruang kolaborasi bagi komunitas dan pelaku industri kreatif. Seiring waktu, BITC berkembang menjadi pusat penggerak ekosistem animasi di Kota Cimahi.” jelas Maria saat menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PT Ayena Mandiri Sinema di kawasan Baros Information Technology and Creative, Jalan Mintareja, Kelurahan Baros, Kota Cimahi, Jumat (05/06/26)

Menurutnya, Keberadaan ekosistem yang kuat turut mendorong pertumbuhan subsektor animasi dan media kreatif. Berdasarkan hasil kajian, Cimahi kini memiliki sekitar 20 hingga 30 studio kreatif aktif yang menghasilkan ribuan karya animasi dan konten digital untuk berbagai platform.

” Program inkubasi yang dijalankan juga mampu menciptakan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp1,2 miliar.” ujar Maria.

Maria menuturkan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pelatihan, kompetisi, pameran, serta kolaborasi lintas komunitas. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar bagi produk dan karya kreatif asal Cimahi.

“Penguatan ekosistem ini kami arahkan agar pelaku industri kreatif dapat lebih kompetitif dan memiliki akses pasar yang lebih luas.” tutur Maria. (Bzo)