Selat Hormuz Kembali Ditutup, Sejumlah Kapal Dapat Laporan Dilarang Melintas

1776581134398
Beberapa kapal turut melaporkan adanya siaran radio melalui frekuensi VHF dari pihak Iran yang menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup sepenuhnya

IRAN, NYARINGINDONESIA.COM – Sejumlah kapal tanker dan kapal niaga yang berupaya melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) dilaporkan menerima siaran radio dari Angkatan Laut Iran yang melarang mereka melanjutkan pelayaran.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Seorang sumber pelayaran yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa sedikitnya dua kapal mengalami penembakan dalam insiden tersebut.

“Dua kapal juga dilaporkan terkena tembakan,” kata seorang sumber pelayaran yang dikutip Reuters, Sabtu, (18/4).

Sebelumnya, kapal-kapal komersial sempat mencoba melewati jalur itu setelah adanya pemberitahuan sehari sebelumnya yang mengindikasikan selat akan dibuka kembali, meski dengan pembatasan tertentu pada rute yang ditentukan Iran.

Namun situasi berubah pada Sabtu. Dua kapal dilaporkan menjadi sasaran tembakan saat berada di perairan antara Pulau Qeshm dan Larak. Akibatnya, keduanya memutuskan untuk berbalik arah tanpa melanjutkan perjalanan.

Laporan dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar 20 mil laut di timur laut Oman. Kapten salah satu kapal tanker mengungkapkan bahwa kapalnya didekati oleh dua kapal bersenjata milik Garda Revolusi Iran sebelum akhirnya terjadi penembakan. Meski demikian, kapal dan awak dilaporkan tidak mengalami korban.

Selain itu, sebuah kapal kontainer juga dilaporkan terkena tembakan dalam kejadian terpisah.

Beberapa kapal turut melaporkan adanya siaran radio melalui frekuensi VHF dari pihak Iran yang menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup sepenuhnya. Dalam pesan tersebut ditegaskan bahwa tidak ada kapal, tanpa memandang jenis maupun asal negara, yang diizinkan melintas.

“Perhatian seluruh kapal, terkait kegagalan pemerintah AS memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya ditutup kembali. Tidak ada kapal jenis apa pun atau dari negara mana pun yang diizinkan melintas,” demikian isi pesan radio tersebut.

Penutupan jalur ini berdampak signifikan. Diperkirakan ratusan kapal serta sekitar 20.000 pelaut kini tertahan di kawasan Teluk, menunggu kejelasan situasi untuk melanjutkan pelayaran. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menangani sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia.

Sebelumnya, data pelacakan maritim sempat menunjukkan adanya konvoi delapan kapal tanker yang berhasil melintasi selat, menjadi pergerakan besar pertama sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat sekitar tujuh pekan terakhir.

Namun tidak lama setelah itu, Iran kembali menerapkan pengawasan militer ketat terhadap jalur tersebut. Langkah ini diambil di tengah berlanjutnya tekanan dan blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui kanal Telegram, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan kesiapan Angkatan Laut Iran untuk menghadapi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh, bahkan menyebut potensi memberikan “kekalahan pahit” berikutnya.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News