Sensus Ekonomi 2026, Langkah Strategis Perbarui Peta Ekonomi Cimahi

Sensis Ekonomi 2026

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi menempatkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum penting untuk memperbarui basis data pembangunan daerah usai sepuluh tahun sejak pendataan terakhir pada 2016.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Melalui rapat arahan yang digelar di Gedung B Pemkot Cimahi, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas sektor demi menyukseskan agenda nasional tersebut.

Kepala BPS Kota Cimahi, Rendra Kurniawan, menegaskan bahwa sensus ini akan menjadi potret menyeluruh kondisi ekonomi Kota Cimahi terkini.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan upaya komprehensif untuk memetakan seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari usaha rumah tangga, UMKM, hingga sektor industri dan pusat perbelanjaan. Data yang dihimpun harus benar-benar akurat dan valid, karena inilah yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Rendra pada media. Kamis (26/02/26).

Pendataan dijadwalkan berlangsung pada Mei–Juni 2026, dengan tahapan awal dimulai April. Sebanyak 420 petugas lapangan akan diterjunkan untuk melakukan pencatatan menggunakan aplikasi digital berbasis Android, iOS, serta laman resmi sensus.

Menurut Rendra, tantangan terbesar bukan hanya pada teknis pendataan, tetapi juga partisipasi masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami membutuhkan dukungan semua pihak. Tanpa keterbukaan dan partisipasi aktif dari pelaku usaha maupun masyarakat, data yang dihasilkan tidak akan maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendorong dukungan pemerintah daerah melalui surat edaran wali kota kepada BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan komunitas usaha agar keterlibatan semakin luas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriyani yang mewakili Wali Kota Cimahi, menilai pembaruan data ekonomi menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berubah.

“Fondasi kebijakan yang baik adalah data yang berkualitas. Jika datanya tidak mutakhir atau tidak akurat, maka kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Ia mencontohkan perbedaan persepsi mengenai angka kesejahteraan masyarakat, ketenagakerjaan, hingga tingkat pengangguran terbuka yang kerap muncul akibat ketidaksinkronan data.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita ingin memastikan bahwa data riil di lapangan benar-benar tergambar dengan jelas. Dengan begitu, program pembangunan bisa dirancang lebih presisi dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambah Maria.

Lebih jauh ia mengatakan, Pemerintah Kota Cimahi meninta seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha, memberikan data secara jujur dan lengkap. Hasil sensus ini nantinya akan menjadi pijakan utama dalam menyusun kebijakan ekonomi, membaca pertumbuhan sektor usaha, serta merumuskan strategi pembangunan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

” Dengan pembaruan data yang komprehensif, kami berharap arah pembangunan ekonomi Cimahi semakin terukur dan mampu menjawab tantangan masa depan.” tandasnya. (Bzo)