Sentra Abiyoso Cimahi Siapkan Hunian Sementara Bagi Keluarga Korban Kebakaran di Kabupaten Bandung

IMG 20260804 174656
Jajaran pengurus Sentra Abiyoso Cimahi saat tengah melakukan assesment terhadap Keluarga Korban Kebakaran di Kabupaten Bandung

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pasca musibah kebakaran yang melanda keluarga Ayat di Kampung Lebak Jati RT 005 RW 007, Desa Maruyung , Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Cimahi bergerak menghadirkan layanan pemulihan terpadu.

Tak sekadar memenuhi kebutuhan mendesak, bantuan juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga agar mampu bangkit secara berkelanjutan.

Langkah penanganan dilakukan setelah tim Sentra Abiyoso menyelesaikan asesmen guna memetakan kebutuhan paling mendesak sekaligus menyusun strategi pemulihan dalam jangka panjang. Salah seorang anggota keluarga diketahui merupakan peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 16 Jalak Harupat.

Kepala Sentra Abiyoso Cimahi, Sri Harijati, melalui Pekerja Sosial Sentra Abiyoso, Anisa Nurjannah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa bahan kebutuhan sehari-hari, pakaian, perlengkapan rumah tangga, serta fasilitas tempat tinggal sementara agar seluruh anggota keluarga tetap dapat berkumpul di satu lokasi.

Di samping itu, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan fisik maupun mental terhadap para korban serta memberikan pendampingan psikososial untuk mendukung proses pemulihan.

“Kami menyalurkan bantuan ATENSI berupa kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan rumah tangga, sekaligus menyediakan tempat tinggal sementara agar seluruh anggota keluarga tetap bersama. Kami juga melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan psikologis korban serta memberikan layanan pemulihan mental,” ujar Anisa di Sentra Abiyoso Cimahi. Selasa (04/08/26)

Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, pakaian, perlengkapan rumah tangga, tempat tidur, peralatan memasak, hingga popok dewasa. Selain itu, Sentra Abiyoso akan menyediakan sarana penunjang mobilitas bagi Ayat, seperti kursi roda maupun alat bantu berjalan sesuai rekomendasi hasil asesmen.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan berkelanjutan, Sentra Abiyoso juga menyiapkan program peningkatan kemandirian ekonomi. Anis direncanakan bertugas sebagai pengasuh di Taman Anak Sejahtera, sedangkan suaminya akan dilibatkan dalam pengelolaan kebun.

Insiden kebakaran terjadi pada Sabtu 1 Agutus, sekira pukul 01.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga, kobaran api diduga dipicu arus pendek listrik yang menghanguskan bagian atap rumah milik Ayat ketika seluruh penghuni sedang terlelap.

Anis Saroh menjadi orang pertama yang menyadari munculnya api. Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 16 Jalak Harupat tersebut segera membangunkan seluruh anggota keluarganya sehingga mereka berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.

Warga sekitar kemudian bahu-membahu memadamkan kobaran api sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 03.30 WIB, api berhasil dikendalikan sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pendataan, rumah yang ditempati dua kepala keluarga dengan total tujuh penghuni itu hangus terbakar. Sebagian besar harta benda tidak dapat diselamatkan, meskipun dokumen penting seperti KTP dan Kartu Keluarga berhasil diamankan.

Ayat diketahui telah mengalami stroke ringan selama kurang lebih tujuh bulan sehingga aktivitasnya menjadi terbatas. Sebelum menderita sakit, ia mencari nafkah sebagai penjual bakso ikan, sementara istrinya mengelola warung kecil di kediaman mereka. Menantunya, Yadi Mulyadi, bekerja sebagai pedagang gas sekaligus pengumpul barang bekas untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Sejak kebakaran terjadi, keluarga tersebut sementara menumpang di rumah anak Ayat yang lain. Namun, tempat tinggal itu dinilai belum cukup memadai karena harus dihuni oleh seluruh anggota keluarga.

Walaupun kehilangan rumah beserta sebagian besar harta bendanya, kondisi psikologis keluarga dinilai tetap terkendali berkat dukungan masyarakat yang turut membantu proses penyelamatan serta pemadaman kebakaran.

Selama ini keluarga Ayat terdaftar sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Anis Saroh mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan berharap tempat tinggal keluarganya dapat segera dibangun kembali agar bisa dihuni seperti sebelumnya.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap rumah kami segera diperbaiki sehingga dapat kembali ditempati,” katanya.

Sementara itu, Anisa memastikan Sentra Abiyoso akan terus mendampingi keluarga korban melalui pemantauan dan evaluasi secara berkala hingga proses pemulihan selesai dan mereka kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Pendampingan akan terus kami lakukan sampai kondisi keluarga pulih dan mereka kembali memiliki hunian yang layak,” tuturnya. (Bzo)