Serangan Rudal Iran Tak Henti, Tel Aviv Diguncang Ledakan Beruntun

Ratusan rudal Iran gempur Tel Aviv
Israel, NyaringIndonesia.com – Bangunan rusak dan warga terluka setelah rentetan serangan sejak fajar, Israel tetapkan status siaga maksimum.

Israel, NyaringIndonesia.com – Tim penyelamat dikerahkan ke sejumlah lokasi setelah laporan adanya korban cedera akibat serangan rudal. Radio Israel melaporkan bahwa pecahan rudal Iran jatuh di beberapa titik di Tel Aviv, termasuk menghantam langsung sebuah gedung berlantai empat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Layanan ambulans Israel menyatakan sedikitnya enam orang mengalami luka-luka di berbagai lokasi di kota tersebut akibat serangan yang terjadi pada pagi hari sebagai bagian dari gelombang serangan sejak fajar.

Wali Kota Tel Aviv menyebut serangan Iran hari ini menimbulkan kehancuran luas dan kerusakan signifikan, serupa dengan dampak serangan yang terjadi di pusat kota pada awal konflik. Selain Tel Aviv, ledakan kuat juga dilaporkan mengguncang wilayah Gush Dan, Yerusalem, Negev, dan Arad.

Otoritas Penyiaran Israel mengonfirmasi sebuah bangunan di kota Nesher, selatan Haifa, terkena dampak langsung, menyebabkan korban cedera serta kerusakan pada sejumlah rumah. Tim pencarian dan penyelamatan pun segera dikerahkan ke berbagai lokasi di wilayah selatan setelah adanya laporan kerusakan material dan korban.

Koresponden Al Jazeera melaporkan situasi di lapangan berkembang sangat cepat, dengan jeda waktu antarserangan Iran di Tel Aviv kurang dari setengah jam. Kondisi ini mencerminkan intensitas operasi militer yang tidak biasa, meskipun upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan masih terus dibicarakan.

Serangan terbaru disebut mencakup wilayah luas, mulai dari Galilea dan Haifa di utara hingga Dimona dan Eilat di selatan. Iran juga menuduh Israel menyembunyikan jumlah kerugian sebenarnya yang dialami pangkalan udara dan fasilitas strategisnya.

Komando Front Dalam Negeri Israel kemudian menetapkan status siaga maksimum dan mengarahkan tim ambulans untuk menyisir lokasi jatuhnya pecahan rudal dan hulu ledak di Tel Aviv, Haifa, Beersheba, serta sejumlah wilayah lainnya.

Gelombang serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangan sebelumnya yang dikenal sebagai “Gelombang 77”, yang juga menimbulkan dampak besar. Hal tersebut menunjukkan eskalasi konflik yang terus meningkat dan bertolak belakang dengan upaya diplomasi yang tengah berlangsung.

Sejak malam sebelumnya, sirene serangan udara juga terdengar di beberapa negara Teluk seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait. Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat lebih dari 20 drone di wilayah timur negaranya.

Di Kuwait, sebagian infrastruktur energi dilaporkan terdampak hingga menyebabkan pemadaman listrik parsial, sementara puing-puing yang jatuh dinilai berbahaya di sejumlah kota di kawasan Teluk.

Di UEA, otoritas media bahkan mengeluarkan peringatan kepada masyarakat melalui media sosial, mengingatkan bahwa suara guntur akibat cuaca buruk dapat disalahartikan sebagai ledakan atau intersepsi rudal.

Sementara itu, media Iran melaporkan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menargetkan dua fasilitas gas dan satu saluran pipa, beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik kembali ancamannya untuk menyerang infrastruktur listrik Iran.

Kantor berita Fars menyebut gedung administrasi gas dan stasiun pengatur tekanan gas di Jalan Kaveh, Isfahan, menjadi sasaran serangan. Fasilitas tersebut dilaporkan mengalami kerusakan sebagian. Selain itu, pipa gas pembangkit listrik di Khorramshahr, wilayah barat daya Iran, juga dilaporkan menjadi target.

Pada Selasa pagi, rudal-rudal Iran kembali diluncurkan ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan Israel yang masih berlangsung, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan penundaan serangan terhadap fasilitas listrik Iran selama lima hari.

Channel 12 Israel melaporkan sebuah rudal Iran menargetkan Tel Aviv dalam rangkaian serangan yang disebut sebagai “Gelombang 78”. Rudal tersebut dilaporkan membawa hulu ledak fragmentasi yang terpecah menjadi empat bom, masing-masing berbobot sekitar 100 kilogram, sehingga menimbulkan kerusakan luas dan puing-puing di delapan lokasi berbeda di kota itu.

Dalam laporan awal, layanan ambulans Israel menyebut enam orang mengalami luka-luka dan sebuah gedung berlantai empat rusak akibat serangan langsung. Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian di lokasi yang terdampak di tengah rentetan ledakan.

Media Israel juga melaporkan bahwa serangan roket ketujuh diluncurkan sebagai bagian dari gelombang yang sama sejak tengah malam. Tentara Israel mengonfirmasi adanya korban baru di wilayah tengah akibat proses intersepsi rudal, sementara sebuah roket yang menargetkan wilayah Dimona di selatan berhasil dicegat.

Garda Revolusi Iran kemudian mengumumkan peluncuran operasi militer gelombang ke-78 yang diberi nama “Janji Sejati 4”, dengan sasaran luas di wilayah Israel.
Mereka mengklaim menggunakan rudal balistik Emad dan Qadr dengan banyak hulu ledak, serta meluncurkan sejumlah drone.

Serangan tersebut disebut menargetkan wilayah Eilat, Dimona, dan utara Tel Aviv, dengan klaim adanya korban jiwa serta kerusakan besar pada fasilitas industri militer, hanggar jet tempur, dan konsentrasi pasukan.

Di sisi lain, militer Israel mengonfirmasi telah mendeteksi serangan rudal Iran dalam skala luas yang menyasar wilayah tengah dan selatan, ditandai dengan sirene yang berbunyi di Tel Aviv, Yerusalem, Beersheba, Kiryat Gat, dan Negev.
Radio Tentara Israel juga melaporkan kerusakan parah di sejumlah titik dampak rudal di Tel Aviv, sementara pasukan darurat terus disiagakan di berbagai lokasi.

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News