Siaga Sejak Awal, BPBD Cimahi Andalkan Tassiaga

IMG 20260331 130207 scaled

Kepala BPBD Kota Cimahi Fitriandy Kurniawan saat sosialisasi Mitigasi Bencana di Aula Kecamatan Cimahi Selatan

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – BPBD Kota Cimahi menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini dalam menghadapi potensi bencana melalui konsep Tas Siaga Bencana (TASSIAGA). Langkah sederhana ini dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak saat kondisi darurat terjadi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, dalam kegiatan sosialisasi yang digelar pada Senin (30/03/16) di Aula Kecamatan Cimahi Selatan.

Fithriandy Kurniawan, menegaskan bahwa kesiapan masyarakat tak bisa dibangun secara instan, melainkan harus dimulai dari langkah kecil yang konsisten, salah satunya melalui penyediaan TASSIAGA di setiap rumah tangga.

“Kesiapsiagaan itu harus dimulai dari sekarang, bukan saat bencana sudah terjadi. Melalui Tas Siaga Bencana atau TASSIAGA, masyarakat diharapkan sudah memiliki perlengkapan dasar yang bisa langsung digunakan saat kondisi darurat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tas tersebut tidak hanya berisi dokumen penting, tetapi juga perlengkapan darurat seperti obat-obatan, makanan ringan, senter, hingga uang tunai yang dapat digunakan dalam situasi krisis.

“Sering kali dalam kondisi bencana, masyarakat panik karena tidak siap. Padahal, dengan satu tas siaga yang sudah dipersiapkan, proses evakuasi bisa jauh lebih cepat dan aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fithriandy menekankan bahwa paradigma penanggulangan bencana saat ini telah bergeser dari responsif menjadi preventif. Pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengenali risiko dan mempersiapkan diri sejak awal.

“Pengalaman dari berbagai bencana menunjukkan bahwa dampak terbesar justru terjadi karena rendahnya kesiapsiagaan. Ini yang ingin kita ubah, agar masyarakat lebih tangguh menghadapi bencana,” tegasnya.

Diketahui, wilayah Cimahi memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang. Kondisi ini menuntut adanya peningkatan kesiapan di tingkat individu maupun komunitas.

” Kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan semakin meningkat, sehingga risiko dan dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin di masa mendatang.” tandasnya. (Bzo)