Kabupaten Bandung Barat, NyaringIndonesia.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi I dari Fraksi PKB, H. Muhamad Sidkon Djampi S.H, MM, mengapresiasi langkah cepat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat yang menyediakan jaringan internet berbasis satelit di lokasi bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Menurut Kang Sidkon, kehadiran infrastruktur komunikasi di tengah situasi darurat merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam menjamin kelancaran koordinasi dan distribusi informasi.
“Langkah Diskominfo Jabar sangat strategis. Di tengah keterbatasan akses akibat bencana, jaringan internet satelit menjadi tulang punggung komunikasi dan pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Kang Sidkon saat dimintai tanggapan, Senin (26/1/2026).
Ia menilai, penyediaan jaringan internet dan pusat informasi di Desa Pasirlangu tidak hanya membantu tim SAR dan relawan, tetapi juga memberikan ketenangan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi akurat dan cepat.
“Kita tidak bisa menunggu normalisasi infrastruktur konvensional. Teknologi harus hadir lebih dulu. Ini bentuk inovasi birokrasi yang patut didorong,” tambahnya.
Kang Sidkon juga menyoroti pentingnya sinergi antarperangkat daerah, seperti yang ditunjukkan oleh kolaborasi Diskominfo, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan pihak universitas dalam penanganan pascabencana. Ia menekankan bahwa pendekatan multidimensi dari komunikasi, kesehatan fisik, hingga dukungan psikososial harus menjadi standar dalam setiap penanganan bencana.
“Saya mendorong agar pola ini dijadikan protokol tetap dalam penanganan darurat di Jawa Barat. Kita butuh sistem yang tangguh, bukan hanya responsif,” tegasnya.
Sebagai informasi, Diskominfo Jabar telah memasang dua unit jaringan internet satelit di sekitar lokasi longsor. Selain itu, mereka juga menyediakan citra udara melalui drone untuk pemetaan lokasi serta mendirikan pusat informasi di Kantor Desa Pasirlangu. Upaya ini menjadi bagian dari respons terpadu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan sejak Sabtu (24/1/2026).