Veda Ega Pratama, memilih bersikap sportif setelah gagal menyelesaikan balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen
BELANDA, NYARINGINDONESIA.COM – Pembalap muda Indonesia dari Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, memilih bersikap sportif setelah gagal menyelesaikan balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Minggu (29/6/2026). Meski kecewa, Veda mengakui insiden yang membuatnya gagal finis merupakan kesalahannya sendiri.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Hasil tersebut menjadi pukulan bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, mengingat sepanjang akhir pekan ia tampil menjanjikan sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi.
“Balapan hari ini menjadi bencana karena saya tidak bisa finis, jadi saya sangat kecewa,” ujar Veda dalam keterangan resminya.
“Setelah menjalani akhir pekan yang sangat baik dan punya perasaan yang bagus dengan motor, hasil ini sulit diterima,” lanjutnya.
Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda langsung menunjukkan daya saingnya. Pembalap bernomor motor 9 itu mampu merangsek ke kelompok terdepan dan beberapa kali terlibat duel sengit dalam perebutan posisi podium.
Bahkan, Veda sempat naik ke posisi kedua dan membuka peluang untuk merebut kemenangan pertamanya di ajang Moto3 musim ini.
Namun, persaingan ketat membuatnya beberapa kali bersenggolan dengan pembalap lain. Meski sempat kehilangan posisi, Veda masih bertahan di rombongan terdepan hingga memasuki pertengahan lomba.
Petaka datang saat balapan memasuki fase krusial. Veda terjatuh di Tikungan 4 dan tidak mampu melanjutkan balapan, sehingga gagal membawa pulang poin dari Assen.
Meski demikian, pembalap berusia 17 tahun itu memilih melihat sisi positif dari performanya sepanjang akhir pekan.
“Tapi saya juga melihat sisi positif karena feeling dengan motor sangat baik. Saya bisa bertarung dengan para pembalap terdepan, bersaing di posisi depan, dan menunjukkan potensi saya,” katanya.
Veda mengakui kecelakaan tersebut menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan kariernya di Kejuaraan Dunia Moto3. Ia menilai masih perlu meningkatkan kematangan saat menghadapi situasi balapan yang penuh tekanan.
“Mungkin saya perlu sedikit lebih cerdas saat balapan dan mengelola beberapa situasi dengan lebih baik. Kecelakaan ini juga kesalahan saya, jadi saya akan mengambil pelajaran dari hari ini,” ungkapnya.
Meski pulang tanpa poin, Veda tetap optimistis menghadapi seri berikutnya.
“Tentu saya kecewa, tetapi saya tahu kami punya kecepatan dan rasa percaya diri. Saya akan kembali lebih kuat di Jerman,” tegasnya.
Sementara itu, Team Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengajak seluruh tim segera bangkit dan mempersiapkan diri menghadapi putaran ke-11 Moto3 2026 di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
Menurut Aoyama, insiden seperti yang dialami Veda merupakan bagian dari kerasnya persaingan balap motor level dunia. Yang terpenting adalah menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk tampil lebih baik pada balapan berikutnya.
“Inilah balapan dan terkadang situasi seperti ini bisa terjadi. Kami kecewa, tetapi harus belajar dari kesalahan dan kembali lebih kuat pada balapan berikutnya di Jerman,” ujar Aoyama.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan pendukung yang terus memberikan kepercayaan kepada Honda Team Asia sepanjang musim ini.
“Terima kasih kepada seluruh sponsor dan pendukung atas dukungan yang terus diberikan,” tutupnya.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

