SMAN 1 Cimahi Deklasikan Sekolah Anti Hoaks

Pemprov Jawa Barat terus gencar mengkampanyekan program perlindungan anak-anak sekolah dari aksi bullying.

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemprov Jawa Barat terus gencar mengkampanyekan program perlindungan anak-anak sekolah dari aksi bullying. Pihak sekolah harus ketat mengawasi agar aksi bully di sekolah bisa dicegah.

“Program ini untuk mencegah rasa kebencian hanya karena berbeda suku, agama dan ras (SARA) di lingkungan sekolah,” tandas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai kegiatan Sarling di SMAN 1 Cimahi.

Dia menyebut, salah satu sekolah di Kota Cimahi yakni SMA Negeri 1 Cimahi telah mendeklarasikan sekolah toleransi.

Selain itu, untuk mencegah sekaligus melawan berita bohong atau hoaks siswa juga mendeklarasikan sekolah anti hoaks dan mendeklarasikan penguatan Pancasila.

Semua itu, nantinya akan dipersiapkan aplikasi anti bullying sehingga bagi mereka yang merasa di-bully atau mendapat perundungan bisa melaporkan ke pemerintah, tanpa harus secara terang-terangan untuk melindungi identitasnya

BACA JUGA:  Bupati Meranti Bangga Jadi Almamter Unilak

“Nantinya jika ada korban bullying, mereka bisa diam-diam lapor ke pemerintah untuk ditindaklanjuti secepatnya. Ini juga sebagai bentuk negara dan pemerintah hadir untuk masyarakat,” imbuhnya.

Plt Kepala SMA Negeri 1 Cimahi, Doddy Sularto mengatakan, kegiatan Sarling yang dilakukan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di sekolahnya untuk mendeklarasikan anti perundungan dan siber hoaks.

Sehingga aktivitas siswa dapat dipantau dengan mudah.

“Jika ada tindakan perundungan pasti dilaporkan ke wakil kepala sekolah, wali kelas dan lainnya. Jadi sebetulnya, praktik antisipasi terkait bullying sudah berjalan di sekolah kami,” ujarnya.

 

BERITA TERBARU