Wali Kota Cimahi Ngatiyana tetapkan hari Rabu untuk ASN WFH hndari penyalahgunaan
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemkot Cimahi menekankan penyesuaian teknis WFH untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal sekaligus mencegah penyalahgunaan hari jepit oleh ASN.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Karenanya, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menetapkan hari Rabu sebagai hari kerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini dilakukan agar aturan WFH tidak disalahgunakan untuk memperpanjang libur secara ta sah.
“Kita memilih Rabu sebagai hari WFH agar kedisiplinan pegawai tetap terjaga. Kalau Senin atau Jumat, dikhawatirkan ASN memanfaatkan hari libur tambahan secara ilegal. Dengan menempatkan WFH di tengah pekan, pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan,” jelas Ngatiyana saat ditemui usai acara Halal Bihalal di Lapangan Apel Pemkot Cimahi. Senin (30/03/26).
Meski sebagian besar ASN berdomisili dekat, termasuk wilayah Bandung, Pemkot memastikan teknis pelaksanaan WFH diatur agar seluruh pegawai tetap melaksanakan tugasnya dari rumah.
Oleh sebab itu, pemantauan secara intensif dilakukan untuk mencegah pegawai mengambil keuntungan dari hari jepit.
“WFH bukan berarti libur. Kami memastikan yang bekerja dari rumah tetap produktif dan melayani masyarakat. Ini bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik,” tambah Ngatiyana.
Dalam Halal Bihalal yang digelar sederhana itu, tingkat kehadiran ASN di kantor mencapai 99 persen, menandakan disiplin pegawai tetap terjaga pasca-libur Idulfitri.
“Sementara itu, jajaran perangkat daerah dan Bina Wilayah (Binwil) telah kami perintahkan turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasar, lingkungan, dan perkembangan pelayanan publik.” tandasnya.
” Dengan pengaturan WFH yang tepat, kami juga berharap pelayanan publik tetap lancar tanpa mengorbankan disiplin ASN, sekaligus menekan risiko penyalahgunaan hari jepit.” tambahnya. (Bzo)

