Tak Hanya Sembako, Brigade 17 LMP dan SPPG Djati Pasundan Hadir untuk Penyintas Longsor Cisarua

1770693579573

Cimahi, NyaringIndonesia.com – Bencana tanah longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih menyisakan duka mendalam bagi para penyintas. Puluhan rumah tertimbun material tanah dan batu, puluhan warga meninggal dunia, sementara ratusan lainnya terpaksa mengungsi sejak peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Selain merenggut korban jiwa, longsor tersebut juga memutus akses jalan kampung serta merusak sejumlah fasilitas vital. Meski masa tanggap darurat resmi telah berakhir, kebutuhan para pengungsi di posko-posko darurat masih tergolong tinggi, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Melihat kondisi tersebut, Brigade 17 Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cimahi kembali turun ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Aksi ini merupakan kelanjutan dari dua tahap bantuan sebelumnya, dengan fokus pada kebutuhan non-sembako yang masih minim tersentuh. Dalam kegiatan ini, Brigade 17 berkolaborasi dengan Pengurus LMP Kota Cimahi serta SPPG Djati Pasundan yang berlokasi di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Pada Minggu pagi, 8 Februari 2026, sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, tim gabungan melakukan penyisiran langsung ke wilayah terdampak dan sekitar posko pengungsian. Dari hasil dialog dengan warga, relawan, dan pengurus setempat, ditemukan sejumlah kebutuhan mendesak di luar bantuan pangan, seperti susu bayi dan anak, bubur bayi, popok, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, serta jajanan sederhana untuk anak-anak yang masih mengalami trauma pascabencana.

Daftar kebutuhan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim di Kota Cimahi dengan menyiapkan logistik sesuai hasil penyisiran lapangan. Pada siang hari, rombongan bergerak menuju Cisarua dan sekitar pukul 15.00 WIB bantuan diserahkan kepada perwakilan warga serta pengurus setempat untuk didistribusikan kepada para korban.

Penyaluran bantuan ini dihadiri Ketua LMP Kota Cimahi Dieky Surachman, Sekretaris LMP Kota Cimahi Herry Soetarto, Komandan Brigade 17 Arin, Wakil Komandan Brigade Opik, Sekretaris Brigade Jabar, jajaran anggota LMP Kota Cimahi, serta Dewan Pembina LMP Kota Cimahi Yudi Marwata.

Dalam keterangannya, Yudi Marwata menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana longsor yang melanda kawasan kaki Gunung Burangrang tersebut. Ia menegaskan kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud tanggung jawab moral terhadap warga Bandung Barat.

“Sebagai Dewan Pembina, saya merasa berkewajiban mendukung penuh kegiatan kemanusiaan seperti ini, apalagi menyangkut keluarga yang terdampak bencana,” ujarnya.

Yudi juga menuturkan kedekatan emosionalnya dengan wilayah Bandung Raya. Menurutnya, meski ia pituin Cimahi, sejak kecil dirinya tumbuh dan beraktivitas di Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung.

“Kejadian longsor ini terjadi di KBB, dulur keneh. Kalau saudara tertimpa musibah, kita tidak bisa diam. Kita harus hadir dan ikut mengupayakan solusi,” tegasnya.

Ia menilai jenis bantuan yang disalurkan kali ini sangat penting, terutama bagi bayi dan anak-anak. Menurutnya, kebutuhan seperti susu, bubur bayi, popok, dan perlengkapan kebersihan kerap luput dari perhatian setelah fase awal bencana.

“Kelihatannya sederhana, tapi bagi ibu-ibu yang kehilangan rumah dan isi dapur, bantuan seperti ini bisa memberi ketenangan dan rasa aman untuk beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Yudi juga mengapresiasi keterlibatan SPPG Djati Pasundan sebagai pelaku usaha lokal yang terjun langsung dalam aksi kemanusiaan. Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai contoh nyata ekonomi yang berjiwa sosial.

“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi konsistensi. Pelaku usaha lokal bisa bergerak cepat, berkolaborasi dengan organisasi masyarakat, dan hadir langsung di tengah warga tanpa banyak protokol,” katanya.

Sementara itu, Komandan Brigade 17 LMP Kota Cimahi, Arin, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjaga kesiapsiagaan dalam merespons berbagai situasi darurat di wilayah Cimahi dan sekitarnya.

“Apa yang kami lakukan di Cisarua merupakan bagian dari komitmen Brigade 17 untuk tetap berada di garis depan kerja-kerja kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha untuk bersama-sama membantu para penyintas yang masih berjuang memulai kembali kehidupan mereka pascabencana.

Melalui kolaborasi ini, LMP Kota Cimahi dan SPPG Djati Pasundan berharap bantuan yang lebih spesifik dan terarah dapat meringankan beban korban, khususnya bayi, anak-anak, dan keluarga yang kehilangan rumah serta sumber penghidupan. Di tengah proses pemulihan jangka panjang, dukungan moral dan material diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial warga Cisarua untuk bangkit kembali.

 

=======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News