Cimahi, NyaringIndonesia.com – Peristiwa pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di sekitar Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, tepatnya di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Meskipun ukuran pohon yang tumbang tidak terlalu besar, jumlahnya cukup banyak dan memiliki dahan yang lebat sehingga menghambat kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
Petugas gabungan yang datang ke lokasi terpaksa menutup sementara jalan yang melintasi kawasan perkantoran Pemkot Cimahi agar proses evakuasi pohon tumbang dapat dilakukan dengan aman.
Akibat kejadian ini, kemacetan panjang sempat terjadi di beberapa ruas jalan. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan akses utama warga menuju berbagai kompleks permukiman dan juga dikenal sebagai salah satu pusat penjualan takjil di Kota Cimahi.
Proses pembersihan dan evakuasi pohon berlangsung hingga menjelang waktu magrib. Sekitar pukul 18.00 WIB, jalan tersebut akhirnya kembali dibuka dan kendaraan sudah dapat melintas seperti biasa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa kawasan perkantoran Pemkot Cimahi hanyalah salah satu dari tiga lokasi yang terdampak angin kencang.
“Terdapat beberapa kejadian di tiga wilayah utama, yaitu di sekitar Pemkot Cimahi di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, di Kelurahan Padasuka, dan di Kelurahan Cimahi,” jelasnya.
Menurut Andy, dampak paling besar justru terjadi di Kelurahan Padasuka. Sebanyak 117 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, bahkan atap dua rumah dilaporkan terlepas dan terbawa angin.
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, lima warga di Kelurahan Padasuka sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, di Kelurahan Cimahi terdapat enam rumah yang terdampak, dengan jumlah sekitar 30 warga. Tim BPBD telah melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan bantuan logistik yang diperlukan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan adanya potensi angin kencang yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak berbahaya.
“Setiap hari BMKG mengirimkan informasi melalui grup WhatsApp mengenai potensi gangguan atmosfer yang dapat memicu cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam 14 hari ke depan,” kata Andy.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi sejak dini, seperti memeriksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar yang berpotensi mengalami kerusakan saat cuaca ekstrem.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Cimahi akan menyebarluaskan informasi dari BMKG kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memangkas pohon yang berpotensi patah atau tumbang.
“Kami akan menyebarkan informasi dari BMKG melalui media sosial maupun media arus utama agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan,” tutupnya.
=======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

