TNI Selidiki Dugaan Keterlibatan Anggota dalam Kasus Penyerangan Andrie Yunus

1773788198865

Jakarta, NyaringIndonesia.com – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan tengah melakukan penyelidikan internal terkait dugaan keterlibatan prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Korban yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu diserang oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan langkah penyelidikan dilakukan sebagai respons atas berkembangnya opini publik mengenai kemungkinan keterlibatan aparat.

“Kami akan menyelidiki tentang dugaan keterlibatan prajurit TNI,” ujar Aulia di Balai Media TNI, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Menurut Aulia, penyelidikan internal dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat sekaligus mencegah spekulasi yang tidak berdasar semakin meluas.

Ia menegaskan bahwa TNI memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan internal sebagai bagian dari sistem penegakan hukum di lingkungan militer.

“Kami merespons terhadap opini yang berkembang di masyarakat. Sehingga kami harus lakukan penyelidikan secara internal,” katanya.

Proses penyelidikan, lanjut dia, akan melibatkan berbagai satuan di tubuh TNI dan dilakukan dengan metode internal yang berlaku. Namun, ia belum merinci pendekatan teknis yang digunakan.

Aulia memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan tidak tergesa-gesa.

“Kami akan lakukan secara profesional, tidak gegabah,” ujarnya.

TNI juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan proses penyelidikan secara transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di lingkungan militer.

Hasil penyelidikan, menurut Aulia, akan disampaikan kepada publik, termasuk melalui keterlibatan media.

“Proses ini akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, tim kuasa hukum korban yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan adanya pola sistematis di balik penyerangan tersebut.

Perwakilan TAUD, Fadhil Alfathan, menyebut bahwa serangan terhadap Andrie tidak dilakukan secara spontan, melainkan diduga direncanakan oleh lebih dari satu pelaku.

“Kami juga berkeyakinan ada dugaan aktor intelektual,” ujar Fadhil, Senin (16/3/2026).

Ia menilai, aksi tersebut melibatkan pembagian peran yang terstruktur, mulai dari pengintaian hingga eksekusi di lapangan. Oleh karena itu, penyelidikan diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaku langsung, tetapi juga mengungkap pihak yang diduga menjadi perencana utama.

Di sisi lain, penyelidikan juga dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Umum, Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa tim penyidik telah mengidentifikasi sedikitnya empat terduga pelaku.

Menurutnya, para pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sebelum insiden terjadi.

“Kami akan terus berupaya dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini,” ujar Iman.

Peristiwa penyerangan terjadi di kawasan Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, Andrie diserang oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor dan datang dari arah berlawanan.

Pelaku menyiramkan cairan kimia berbahaya yang bersifat korosif ke arah tubuh korban. Akibatnya, Andrie mengalami luka serius di bagian mata, wajah, dada, dan tangan. Bahkan, sebagian pakaian yang dikenakannya dilaporkan meleleh akibat paparan zat tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar hingga 24 persen dari total permukaan tubuh.

Kasus ini memicu perhatian luas dari publik dan komunitas sipil, yang mendesak pengungkapan menyeluruh terhadap pelaku lapangan maupun pihak yang diduga berada di balik perencanaan serangan tersebut.

 

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News