Tong Sampah Artistik Tarik Perhatian Warga Cimahi

IMG 20260509 183650
“FORKIS Peduli Lingkungan” yang digagas Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi ini menghadirkan pendekatan unik dalam kampanye kebersihan

 

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dilakukan dengan cara berbeda di Cimahi. Melalui sentuhan seni rupa, ratusan pelajar berhasil mengubah tong sampah yang identik dengan kesan kumuh menjadi media penuh warna yang menarik perhatian publik.

Kegiatan bertajuk “FORKIS Peduli Lingkungan” yang digagas Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi ini menghadirkan pendekatan unik dalam kampanye kebersihan.

Bukan sekadar mempercantik fasilitas umum, kegiatan tersebut bertujuan membangun kedekatan emosional masyarakat dengan sarana pembuangan sampah agar lebih nyaman digunakan.

Ketua pelaksana kegiatan, Endang, menjelaskan bahwa seni dipilih sebagai media komunikasi visual yang efektif untuk mengubah kebiasaan masyarakat, khususnya anak-anak, dalam membuang sampah pada tempatnya.

“Selama ini tong sampah identik dengan sesuatu yang kotor sehingga sering dihindari. Melalui sentuhan seni dan warna-warna menarik, kami ingin menghadirkan kesan yang lebih ramah dan menyenangkan sehingga masyarakat tidak lagi enggan mendekatinya,” ujar Endang.

Menurutnya, visual yang estetis mampu menciptakan daya tarik psikologis dan mendorong tumbuhnya kepedulian lingkungan secara perlahan.

” Dengan tampilan yang lebih kreatif, fasilitas pembuangan sampah kami iharapkan tak lagi dipandang sebagai benda yang harus dijauhi, melainkan bagian dari ruang publik yang layak dijaga bersama.” kata Endang pada Sabtu (08/05/26).

Antusiasme peserta pun terlihat tinggi. Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari lomba mewarnai hingga melukis langsung pada media tong sampah.

” Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi lingkungan sejak usia dini.” tambah Endang.

Sementara itu, pemerintah daerah mendukung penuh gerakan tersebut sebagai bagian dari program penguatan ruang publik kreatif di Cimahi.

” Kolaborasi komunitas seni, pelajar, dan pemerintah kami nilai mampu menghadirkan kampanye lingkungan yang lebih dekat dengan masyarakat.” lanjut Endang.

Melalui pendekatan kreatif tersebut, FORKIS dan Pemerintah Kota Cimahi berharap budaya menjaga kebersihan dapat tumbuh secara alami di tengah masyarakat.

” Seni tiak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga jembatan untuk membangun perilaku positif terhadap lingkungan sekitar.” tukas Endang. (Bzo)