Trump Kembali Ancam Iran, Gunung Pickaxe Disebut Jadi Target Serangan AS

1788736819112

WASHINGTON, NYARINGINDONESIA.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan serangan baru terhadap salah satu fasilitas strategis Iran, Gunung Pickaxe, yang berada tidak jauh dari kompleks pengayaan uranium Natanz.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (4/9). Ia menyebut militer AS bisa saja segera melancarkan serangan ke kawasan yang dikenal memiliki fasilitas bawah tanah dan pertahanan berlapis tersebut.

“Kami mungkin akan segera menyerang Pickaxe,” kata Trump.

Gunung Pickaxe menjadi perhatian Washington karena diduga digunakan Iran untuk menyimpan sebagian uranium yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi. Lokasinya yang berdekatan dengan Natanz membuat kawasan tersebut dinilai memiliki arti strategis dalam program nuklir Iran.

Namun, di tengah ancaman serangan baru itu, Trump justru berusaha menggambarkan konflik AS-Iran sebagai sesuatu yang relatif kecil.

Trump menyebut situasi tersebut sebagai “konflik militer”, bukan perang dalam arti penuh. Ia juga mengatakan bentrokan tidak berlangsung secara terus-menerus dan serangan yang dilakukan AS bersifat sporadis.

“Saya menyebutnya konflik militer karena itu perkara kecil bagi kami,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut muncul ketika laporan mengenai aktivitas militer AS di kawasan Iran justru menunjukkan eskalasi yang belum sepenuhnya mereda.

Laporan CNN menyebut pasukan AS masih melakukan serangan terhadap hampir 60 titik strategis Iran di kawasan sekitar Selat Hormuz sepanjang pekan ini.

Sejumlah sasaran disebut mencakup sistem pertahanan udara, jaringan radar, fasilitas komunikasi hingga sarana yang berkaitan dengan penebaran ranjau.

Serangan tersebut juga menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.

Salah satu insiden terjadi pada Selasa (1/9) malam waktu setempat. Serangan militer AS dilaporkan menghantam sebuah perayaan pesta pernikahan di wilayah Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran.

Kantor berita pemerintah Iran melaporkan sedikitnya lima orang tewas dalam kejadian tersebut. Sekitar 60 warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Insiden itu menambah sorotan terhadap dampak konflik terhadap masyarakat sipil yang berada jauh dari garis depan pertempuran.

Alih-alih meredakan ketegangan, Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras sehari setelah insiden tersebut.

Pada Rabu (2/9), ia mengisyaratkan bahwa serangan tambahan terhadap wilayah Iran dapat dilakukan kapan saja.

Ancaman terbaru terhadap Gunung Pickaxe pun menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali memasuki fase eskalasi yang lebih besar, terlebih kawasan tersebut berkaitan langsung dengan fasilitas yang dicurigai berhubungan dengan program nuklir Iran.

Konfrontasi antara Iran dengan koalisi AS-Israel sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari. Konflik berkepanjangan tersebut telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Jika ancaman terhadap Gunung Pickaxe benar-benar diwujudkan, serangan tersebut berpotensi menjadi titik baru dalam eskalasi konflik AS-Iran sekaligus kembali menempatkan fasilitas nuklir Iran sebagai pusat perhatian dunia.

 

==============

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News