Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kilogram Bikin Heboh

1786789477147

Susanah, buruh harian asal Kabupaten Bogor

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

JAKARTA, NYARINGINDONESIA.COM — Nama Susanah, buruh harian asal Kabupaten Bogor, mendadak menjadi perbincangan publik setelah diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di hadapan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Susanah disebut sebagai pekerja harian yang menggantungkan penghasilan dari mengupas bawang merah. Ia juga diketahui menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako pemerintah.

Namun, bukan hanya kisah hidupnya yang menarik perhatian. Pernyataan Presiden Prabowo mengenai nominal upah Susanah justru memicu kehebohan di media sosial.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Susanah menerima bayaran Rp700 ribu untuk setiap kilogram bawang merah yang dikupas.

“Hari ini hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram. Program keluarga harapan dan program sembako membantu menjaga anak-anaknya,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut sontak membuat publik penasaran. Sejumlah warganet bahkan mencoba menghitung berapa besar penghasilan Susanah jika mampu mengupas bawang dalam jumlah banyak setiap harinya.

Warganet Hitung Penghasilan Susanah

Jika angka Rp700 ribu per kilogram benar dan seorang pekerja mampu menyelesaikan 10 kilogram bawang dalam sehari, maka penghasilannya secara hitungan sederhana bisa mencapai Rp7 juta sehari.

Apabila jumlah tersebut dikalikan 30 hari, nominalnya bahkan menyentuh sekitar Rp210 juta per bulan.

Hitung-hitungan tersebut kemudian ramai dibagikan di media sosial. Salah satu unggahan bahkan membandingkan potensi pendapatan pengupas bawang dengan gaji pekerja di perusahaan besar.

“Prabowo spill ada buruh bawang. Namanya Ibu Susana, buruh harian kupas bawang, upah Rp700.000/kilogram. Kalau bisa 10 kg artinya sehari dapat Rp7 juta, sebulan berarti Rp210 juta,” tulis salah satu akun Threads.

Unggahan tersebut kemudian memancing candaan sekaligus rasa penasaran warganet.

Tak sedikit yang justru bertanya-tanya, di mana lokasi pekerjaan mengupas bawang dengan bayaran fantastis tersebut.

Harga Bawang Ikut Dipertanyakan

Perbincangan semakin ramai setelah warganet mencoba membandingkan nominal upah tersebut dengan harga bawang merah di pasaran.

Informasi harga dari Pasar Pakuan Jaya yang dikutip dalam pemberitaan menyebut harga bawang merah pada Sabtu (15/8/2026) berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

Perbandingan itu membuat sebagian warganet mempertanyakan kembali maksud dari angka Rp700 ribu per kilogram yang disampaikan dalam pidato Presiden.

Apakah angka tersebut benar-benar merupakan bayaran untuk setiap kilogram bawang yang dikupas, atau terdapat konteks lain dalam penyebutan nominal tersebut?

Pertanyaan itu kemudian berkembang di media sosial.

Pengupas Bawang Ternyata Punya Cerita Berbeda

Di tengah ramainya perdebatan, fakta mengenai kehidupan para pengupas bawang di lapangan kembali menjadi perhatian.

Salah satu laporan investigasi yang pernah ditayangkan pada Agustus 2025 mengungkap beratnya pekerjaan para buruh pengupas bawang merah di Pasar Jaya, Jakarta.

Seorang pekerja bernama Siti Aisyah menceritakan bagaimana dirinya bersama para pekerja lain harus berhadapan dengan rasa perih, pegal, dan kelelahan ketika mengupas bawang dalam jumlah besar.

Dalam sehari, para pekerja bahkan mampu menangani hingga sekitar 90 kilogram bawang merah.

Namun, jumlah tersebut bukan berarti mereka mendapatkan bayaran ratusan ribu rupiah untuk setiap kilogram.

Siti mengungkapkan bahwa pekerjaan tersebut dilakukan sejak pagi hingga malam. Mereka bisa mulai bekerja sekitar pukul 08.00 dan baru meninggalkan pasar sekitar pukul 23.00.

“Kalau pertama mula kita kerja ya perih, nanti lama-kelamaan enggak. Terasa sakit, pegal-pegal. Cuma kita berbalik lagi, habis bagaimana, kalau kita enggak kerjain kita enggak pegang duit,” ujar Siti dalam laporan tersebut.

Bagi para buruh, bekerja setiap hari menjadi pilihan agar tetap memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Upah Pengupas Bawang Jauh Berbeda

Dalam laporan tersebut, sistem pembayaran kepada pekerja juga dijelaskan berdasarkan jenis pekerjaan.

Untuk memotong bawang merah yang masih memiliki kulit, pekerja mendapatkan bayaran sekitar Rp1.500 per kilogram.

Sementara pekerjaan mengupas bawang merah dibayar sekitar Rp3.000 per kilogram.

Dengan volume pekerjaan yang mencapai puluhan kilogram dalam sehari, seorang pekerja bisa membawa pulang sekitar Rp150 ribu per hari.

Kondisi itu menggambarkan betapa beratnya pekerjaan yang dilakukan para pengupas bawang. Mereka harus bekerja berjam-jam, berhadapan dengan bawang dalam jumlah besar, namun tetap memperoleh penghasilan yang relatif terbatas.

Karena itu, munculnya angka Rp700 ribu per kilogram dalam pidato Presiden Prabowo menjadi perhatian besar masyarakat.

Perbincangan mengenai Susanah pada akhirnya tidak hanya soal nominal upah. Kasus tersebut turut membuka kembali pembahasan tentang besaran upah buruh harian, sistem pembayaran berdasarkan hasil kerja, serta kondisi para pekerja informal yang selama ini jarang mendapat sorotan.

Publik pun kini menunggu penjelasan lebih lengkap mengenai konteks angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut Presiden Prabowo tersebut agar polemik di media sosial tidak berhenti pada hitung-hitungan semata.

 

==============

Disclaimer:

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News