Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama tampil mengejutkan pada hari pertama Moto3 Hungaria 2026. Sempat terpuruk di posisi terakhir saat latihan bebas pertama, rider Honda Team Asia bangkit dan finis kedua pada sesi practice, sekaligus mengamankan tiket langsung ke Q2.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!BALATONFŐKAJÁR, NYARINGINDONESIA.COM – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa impresif pada hari pertama Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Jumat (5/6/2026). Setelah sempat terdampar di posisi ke-26 pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Veda berhasil bangkit dan menutup sesi practice di peringkat kedua.
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di kelas Moto3. Pasalnya, Balaton Park merupakan lintasan baru bagi Veda yang belum pernah ia jajal sebelumnya, baik saat mengikuti JuniorGP maupun Red Bull Rookies Cup.
Pada sesi pagi, pembalap Honda Team Asia itu mengalami kesulitan beradaptasi dengan karakter sirkuit yang dikenal teknis dan memiliki banyak chicane. Minimnya pengalaman membuat Veda belum menemukan titik pengereman ideal maupun racing line terbaik.
Akibatnya, ia hanya mampu menempati posisi ke-26 atau juru kunci klasemen sementara FP1.
Namun situasi berubah drastis pada sesi practice sore hari. Veda tampil jauh lebih percaya diri dan mampu memperbaiki catatan waktunya secara signifikan hingga menembus dua besar.
“Jalannya sesi FP1 dan juga practice hari ini cukup bagus, bahkan sangat bagus. Ini pertama kalinya saya latihan motor di Hungaria. Pada sesi pagi saya memang sedikit kesulitan karena belum mengetahui karakter sirkuit dan titik pengereman yang tepat,” ujar Veda dalam wawancara bersama SPOTV.
Menurut Veda, salah satu faktor penting yang membantunya berkembang adalah belajar langsung dari para rival di lintasan. Ia mengaku sengaja mengikuti beberapa pembalap untuk memahami jalur tercepat serta titik pengereman yang lebih efektif.
“Menurut saya sirkuit ini cukup sulit karena banyak chicane. Tetapi saat sesi sore saya sempat mengikuti beberapa pembalap lain sehingga bisa memahami racing line dan titik pengereman yang benar,” katanya.
Selain faktor adaptasi, perubahan setelan motor yang dilakukan Honda Team Asia juga memberikan dampak besar terhadap peningkatan performanya.
Veda mengaku merasakan perbedaan signifikan setelah tim melakukan sejumlah penyesuaian teknis antara sesi pagi dan sore.
“Saya merasakan feeling yang jauh lebih baik dengan motor. Tim juga mengubah beberapa setting dari sesi pagi ke sesi sore dan hasilnya membuat motor menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Pada akhir sesi practice, Veda mencatatkan waktu yang menempatkannya di posisi kedua. Ia hanya kalah 0,361 detik dari pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles.
Menariknya, Veda menjadi satu-satunya pembalap non-Spanyol yang berhasil menembus posisi dua besar pada sesi tersebut.
Di belakangnya terdapat sejumlah nama kuat seperti David Almansa, David Munoz, Joel Kelso, Casey O’Gorman, Adrian Fernandez, Rico Salmela, Guido Pini, dan Marco Morelli yang melengkapi daftar 10 besar.
Pencapaian tersebut sekaligus memastikan Veda lolos langsung ke sesi Q2 tanpa harus melewati Q1. Keuntungan itu membuka peluang besar bagi pembalap asal Gunungkidul tersebut untuk bersaing memperebutkan pole position pada sesi kualifikasi yang digelar Sabtu (6/6/2026).
Dengan kepercayaan diri yang sedang meningkat dan performa motor yang semakin kompetitif, Veda berpeluang mencatatkan hasil terbaiknya musim ini sekaligus mengharumkan nama Indonesia di ajang Moto3.
======================
Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.
Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News

