Veda Ega Pratama jadi sorotan karena bisa jadi ancaman para pembalap Eropa di Moto3
Brazil, NyaringIndonesia.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa menjanjikan dalam sesi latihan bebas pertama Moto3 Brasil 2026 yang digelar di Sirkuit Ayrton Senna, Jumat (20/3/2026).
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Meski sesi sempat tertunda akibat hujan deras, Veda mampu finis di posisi kedelapan sekaligus menjadi pembalap Honda tercepat kedua. Ia juga kembali unggul atas rival regionalnya, Hakim Danish.
Hujan yang mengguyur lintasan membuat sesi FP1 mundur sekitar satu jam. Kondisi trek yang basah dan licin menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap. Namun, karakter iklim tropis di Goiania memberi keuntungan bagi Veda dan Hakim Danish yang sudah terbiasa dengan kondisi serupa.
Keduanya memanfaatkan sesi ini untuk mencari racing line terbaik dan memahami area lintasan dengan grip paling optimal. Pada awal sesi, Hakim Danish sempat tampil cepat dengan catatan waktu 1:46,208, kemudian meningkat menjadi 1:43,354 dan 1:41,106. Veda pun tak tinggal diam dan terus mempertajam waktunya hingga mencatat 1:38,073.
Veda sempat memimpin sesi di awal dengan waktu 1:47,326 sebelum terus memperbaiki catatannya hingga mencapai 1:36,153. Ia bersaing ketat dengan Brian Uriarte yang tampil sangat dominan di sesi ini.
Sementara itu, Guido Pini sempat mencatat waktu 1:35,153 menggunakan motor Honda NSF250RW. Namun, Uriarte kembali mengambil alih posisi terdepan dengan 1:34,419, lalu terus mempercepat ritmenya hingga konsisten di kisaran 1:33 detik. Ia akhirnya menutup sesi dengan catatan terbaik 1:32,812.
Di belakangnya, Maximo Quiles berada di posisi kedua dengan waktu 1:33,206.
Veda kembali meningkatkan performanya dengan mencatat 1:35,232 dan kemudian 1:34,479. Sayangnya, pada menit-menit akhir ia terhambat pembalap lain yang melaju lambat serta munculnya bendera kuning, sehingga catatan lap 1:34,393 miliknya tidak dihitung.
Meski begitu, posisi kedelapan yang diraih menjadi sinyal positif bagi Veda untuk menghadapi seri balap kedua. Ia mengaku cukup diuntungkan dengan kondisi trek yang mirip dengan Indonesia.
“Kami menggunakan sesi ini untuk memahami karakter lintasan dan mencari grip terbaik. Saya senang bisa menjadi salah satu pembalap Honda tercepat dan finis di 10 besar,” ujar Veda usai sesi.
Sesi FP1 dipimpin oleh Brian Uriarte dengan waktu 1:32,812, diikuti Maximo Quiles (1:33,206) dan Joel Esteban (1:33,606). Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan dengan 1:34,485, sementara Hakim Danish berada di urutan ke-13 dengan 1:34,914.

