Viral: Ibadah Haji di Gunung Bawakaraeng, Gowa Disinyalir Aliran Sesat

Tangkapan layar rekaman video menampilkan sejumlah pria dan ibu-ibu yang turun gunung dengan melewati tebing yang terjal
Tangkapan layar rekaman video menampilkan sejumlah pria dan ibu-ibu yang turun gunung dengan melewati tebing yang terjal
Gowa, NyaringIndonesia.com – Sejumlah warga diduga menggelar rangkaian ibadah haji di Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan.

Video yang memperlihatkan aktivitas tersebut kini viral di media sosial, mengundang perhatian dan keprihatinan banyak pihak.

Rekaman video tersebut menampilkan sejumlah pria dan ibu-ibu yang turun gunung dengan melewati tebing yang terjal, membawa sesajen usai diduga melaksanakan serangkaian ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Praktik ini dinilai berbahaya dan menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Menanggapi kabar viral ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa berencana melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran dan memahami konteks ritual tersebut.

“Kami mendengar kabar tentang aktivitas yang disebut-sebut sebagai ibadah haji di Gunung Bawakaraeng. Kami akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan informasi tersebut,” kata seorang perwakilan dari MUI Gowa.

MUI menegaskan bahwa ibadah haji yang sah hanya bisa dilakukan di Tanah Suci Mekah, Arab Saudi, sesuai dengan syariat Islam.

Aktivitas yang diduga ibadah haji di tempat lain, apalagi dengan tambahan praktik-praktik yang tidak lazim seperti membawa sesajen, bisa dianggap sebagai aliran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam.

“Kami perlu memastikan bahwa umat tidak terjerumus dalam praktik-praktik yang menyimpang. Ibadah haji hanya bisa dilakukan di Mekah sesuai dengan syariat Islam. Aktivitas seperti ini bisa dianggap sebagai aliran sesat,” lanjut perwakilan MUI.

Video yang viral ini memicu reaksi beragam dari masyarakat, banyak yang mengecam dan menyayangkan praktik yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam tersebut.

MUI berharap masyarakat bisa lebih waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan tuntunan agama yang benar.

Berita Utama