Wabub Jabar: Kapasitas Keilmuan ASN Harus Menyesuaikan Jaman

Kapasitas

BANDUNG,Nyaringindonesia.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) harus selalu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas untuk melayani masyarakat. ASN juga harus mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam menjalankan program pemerintah.

“Kegiatan kali ini untuk memberikan dan menambah keilmuan bagi pejabat untuk melayani masyarakat lebih baik lagi,” ujar Uu Ruzhanul Ulum saat Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) Kelas Khusus National University of Singapore di Hotel Arya Duta, Kota Bandung, Rabu (5/10/22). DLA digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama NUS, didukung Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Barat.

Menurut Pak Uu, pelayanan masyarakat harus selalu ditingkatkan sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya harus mampu menguasai dunia digital. Dengan digitalisasi, pelayanan akan lebih cepat, mudah, dan akurat sehingga mutlak dikuasai ASN.

BACA JUGA:  Mas Bechi Pelaku Pencabulan Santriwati, Penyuka Mobil Mewah

“Digitalisasi sudah bukan hal yang bisa ditawar-tawar lagi tapi wajib. Tujuan digitaliasasi yaitu mempercepat, mempermudah, dan (membuat) murah alias efisien,” kata Uu.

Pak Uu berharap pemerintah daerah selalu memberikan motivasi dan edukasi kemajuan teknologi dalam pelayanan masyarakat. Masyarakat akan terbantu dengan informasi melalui aplikasi digital. Masyarakat pun jika diberi motivasi akan semangat.

“Kalau dikasih motivasi akan semangat, kalau dikasih ilmu akan berminat. Maka dengan hal semacam itu Jawa Barat akan 100 persen digitalisasi,” tutur Pak Uu.

Sebelumnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat membuka DLA pada Kamis (4/10/2022) mengatakan inovasi digital birokrasi Jabar diproyeksikan sebagai contoh kelas dunia.

“Kenapa? Karena inovasinya dipakai di negara-negara lain secara global. Lalu, kita mengusulkan ada indeks literasi digital pemimpin daerah,” kata Ridwan Kamil.

BACA JUGA:  Jadwal SIM Keliling Cimahi dan KBB Hari Ini

Kang Emil juga mengimbau Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat untuk melek digital, mengingat segala pelayanan sudah mulai serba digital.

“Janganlah kalah dari masyarakat, sehingga tidak paham pelayanan publik yang lebih cepat karena tidak memahami kemauan secara digital,” ucapnya.

BERITA TERBARU