Wali Kota Cimahi Ngatiyana bersama Ketua KPID Jawa Barat saat launching dan konferensi pers serta anugerah penyiaran ke – 19 KPID Jawa Barat
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat dihadapkan pada tantangan serius berupa maraknya informasi yang tidak seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pemurnian informasi agar masyarakat memperoleh berita yang akurat, terverifikasi, dan berimbang.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa lembaga penyiaran harus mampu menjadi rujukan utama bagi masyarakat dalam memperoleh informasi yang kredibel. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah kegiatan terkait penyiaran di Kota Cimahi.
Menurut Ngatiyana, perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dalam memproduksi dan mendistribusikan siaran perlu disikapi secara bijak. Ia menekankan bahwa teknologi tersebut tidak boleh menjadi alat yang justru mempercepat penyebaran disinformasi.
“Kecerdasan artifisial harus ditempatkan dalam kerangka etika yang kuat dan pengawasan yang ketat, sehingga tetap menjunjung tinggi kebenaran, akurasi, serta kepentingan publik,” ujar Ngatiyana saat launching dan konferensi pers anugerah penyiaran ke – 19 KPID Jawa Barat. Selsa (28/04/26).
Selain itu, ia juga menyoroti maraknya hoaks dan konten sensasional yang kerap mendominasi ruang digital. Konten yang mengedepankan sensasi tanpa substansi dinilai berpotensi merusak kualitas literasi publik serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap media.
Dalam konteks tersebut, Ngatiyana menilai peran strategis lembaga penyiaran dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam menghadirkan konten yang sehat, kredibel, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa penyiaran harus menjadi penjernih informasi, bukan justru terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penyiaran tidak seharusnya hanya mengejar popularitas, melainkan juga berfungsi sebagai ruang publik yang mencerdaskan melalui konten yang bernilai dan berkualitas.
Pemerintah Kota Cimahi, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem komunikasi dan informasi yang sehat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, KPID, dan seluruh lembaga penyiaran.
“Kami ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan identitas dan karakter bangsa,” kata Ngatiyana.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengisi ruang publik dengan konten yang mendidik, mencerahkan, dan berintegritas guna mewujudkan penyiaran yang bermartabat dan berbudaya.
Dalam pesannya, Ngatiyana menekankan bahwa informasi memiliki dampak yang sangat besar bagi masyarakat. Ia mengibaratkan berita sebagai alat yang tajam, yang dapat memberikan manfaat, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik.
“Berita bisa menjadi sangat berbahaya jika memuat informasi yang tidak benar, karena dapat menimbulkan fitnah dan permasalahan di kemudian hari,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengingatkan seluruh insan penyiaran untuk selalu menyampaikan informasi secara benar, adil, dan berimbang agar dapat dipercaya serta memberikan ketenangan bagi masyarakat.
Ngatiyana juga menyampaikan optimismenya terhadap peran KPID Jawa Barat bersama lembaga penyiaran, termasuk Nusantara TV, dalam menghadirkan informasi yang menyejukkan dan berkeadilan bagi publik.
“Saya yakin penyiaran akan mampu memberikan informasi yang seimbang, sehingga tidak membingungkan masyarakat dan tetap berpihak pada kebenaran,” katanya. ( Bzo)

