WFH ASN Cimahi Jadi Strategi Tekan Emisi dan Hemat Energi

IMG 20260402 153818

Pemkot Cimahi resmi tetapkan WFH pada hari Jum’at 

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Tak jadi hari Rabu, Pemerintah Kota Cimahi resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Kebijakan ini tidak hanya ditujukan untuk transformasi sistem kerja, tetapi juga diarahkan sebagai langkah strategis dalam menekan konsumsi energi dan mengurangi polusi di wilayah perkotaan.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pengurangan mobilitas ASN menjadi salah satu kunci dalam upaya menekan emisi kendaraan.

“Melalui kebijakan WFH ini, kami ingin mengurangi mobilitas harian ASN yang berdampak pada penggunaan bahan bakar fosil dan emisi kendaraan,” ujar Ngatiyan. Kamis (02/04/26).

Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar perubahan pola kerja, tetapi bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan polusi yang harus kita dorong bersama,” kata Ngatiyana.

Selain mengurangi perjalanan dinas, Pemkot Cimahi juga mendorong ASN untuk beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

“Kami mengimbau ASN untuk mulai menggunakan transportasi umum, kendaraan listrik, bersepeda, atau berjalan kaki jika memungkinkan,” tambahnya.

Dari sisi operasional, berkurangnya aktivitas perkantoran setiap Jumat dinilai dapat menekan konsumsi listrik di gedung pemerintahan. Penggunaan pendingin ruangan, pencahayaan, dan perangkat elektronik diharapkan ikut berkurang sehingga berdampak pada efisiensi anggaran.

Meski demikian, Ngatiyana memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan optimal. WFH tidak boleh menurunkan kualitas layanan,” tegasnya.

Sejumlah unit layanan seperti rumah sakit daerah, puskesmas, pemadam kebakaran, serta layanan administrasi kependudukan tetap beroperasi secara langsung. Hal ini dilakukan untuk menjaga kontinuitas pelayanan publik di tengah penerapan sistem kerja fleksibel.

Pemkot Cimahi juga akan melakukan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas kebijakan tersebut, termasuk kontribusinya terhadap penghematan energi dan penurunan emisi.

“Kami akan evaluasi setiap dua bulan untuk memastikan kebijakan ini benar-benar memberikan dampak, baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi anggaran,” tutup Ngatiyana. (Bzo)