Widodo Cahyono Putro Pilih Hengkang Usai Bawa Garudayaksa FC ke Kasta Tertinggi

1779158653778

Keputusan Widodo cukup mengejutkan publik sepak bola nasional mengingat dirinya baru saja mencatat pencapaian impresif bersama Garudayaksa FC

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

CIMAHI, NYARINGINDONESIA.COM – Langkah mengejutkan langsung diambil Widodo Cahyono Putro usai sukses mengantar Garudayaksa FC promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Pelatih asal Cilacap itu memilih meninggalkan tim yang baru saja dibawanya meraih gelar juara Championship 2025/2026 dan bergabung dengan PSIS Semarang untuk musim depan.

Kepastian bergabungnya Widodo diumumkan langsung melalui akun resmi PSIS Semarang pada Senin (18/5/2026). Keputusan tersebut cukup mengejutkan publik sepak bola nasional mengingat Widodo baru saja mencatat pencapaian impresif bersama Garudayaksa FC.

Tak hanya sukses membawa tim promosi ke Super League musim depan, Widodo juga mempersembahkan trofi juara Championship 2025/2026 setelah Garudayaksa FC menaklukkan PSS Sleman lewat drama adu penalti di partai final.

Kehadiran Widodo dinilai menjadi sinyal kuat keseriusan PSIS Semarang untuk segera kembali ke kasta tertinggi setelah sempat terdegradasi pada musim 2024/2025. Pengalaman dan rekam jejak Widodo dalam membawa tim promosi menjadi alasan utama manajemen Mahesa Jenar merekrutnya.

Widodo memang dikenal sebagai salah satu pelatih spesialis promosi di sepak bola Indonesia. Sebelum bersama Garudayaksa FC, ia lebih dulu mengantar Persita Tangerang naik ke Liga 1 pada musim 2020 setelah finis sebagai runner-up Liga 2 2019.

Tak berhenti di situ, pria berusia 55 tahun tersebut juga berhasil membawa Persijap Jepara promosi ke kasta tertinggi pada musim 2024/2025. Saat itu Persijap memastikan tiket promosi usai mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0.

Kini tantangan baru menanti Widodo di Semarang. PSIS sendiri mulai menunjukkan ambisi besar sejak terjadi perubahan kepemilikan saham pada November 2025. Mayoritas saham klub kini dikuasai Datu Nova Fatmawati yang mengambil alih 74,2 persen saham PT Mahesa Jenar Semarang.

Sejak pergantian manajemen tersebut, PSIS mulai aktif melakukan pembenahan skuad dan mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman demi mempercepat target kembali ke level tertinggi kompetisi nasional.

Meski musim ini hanya finis di posisi kedelapan Championship 2025/2026, manajemen PSIS diyakini belum berhenti bergerak. Kehadiran Widodo diperkirakan menjadi awal dari proyek besar Mahesa Jenar untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola Indonesia.

 

 

======================

Artikel ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Nyaringindonesia.com mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar.

Jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini berita Nyaring Indonesia lainnya di Google News