Abu Hurairah RA: Sahabat Rasulullah SAW dengan Keistimewaan Hafalan Hadits

Abu Hurairah RA
ilustrasi Abu Hurairah RA, sahabat dekat Rasulullah SAW

Nyaringindonesia.com – Abu Hurairah RA, sahabat dekat Rasulullah SAW, dikenal sebagai sosok yang memiliki keistimewaan hafalan hadits yang luar biasa.

Lahir dengan nama Abdu Syamsi, namanya diganti oleh Rasulullah menjadi Abdurrahman bin Shakr Ad Dausy setelah masuk Islam.

Namun, panggilan akrabnya, “Abu Hurairah,” diperoleh karena kecintaannya pada seekor kucing betina kecil yang selalu menemaninya.

Keunikannya terletak pada kebiasaannya membawa kucing itu ke mana pun dia pergi, bahkan saat menggembala kambing.

Pada malam hari, Abu Hurairah meletakkan kucing itu di atas pohon. Kecintaannya pada hewan tersebut membuatnya dijuluki “Abu Hurairah” yang berarti “bapak kucing.”

Meski kecintaannya pada kucing menjadi ciri khasnya, Abu Hurairah juga dikenal karena hafalan haditsnya yang mengagumkan.

Ia menjadi salah satu sahabat yang paling produktif dalam meriwayatkan ajaran dan perkataan Rasulullah. Keutamaan-keutamaan Abu Hurairah RA antara lain:

1. Mampu Membaca dan Menulis

Di masa itu, kemampuan membaca dan menulis masih langka, namun Abu Hurairah bisa melakukannya. Meskipun bukan seorang penulis, keahliannya dalam membaca dan menulis menjadi keunikan tersendiri.

2. Otak Jenius dan Kemampuan Menghafal Tinggi

Meskipun masuk Islam pada usia yang agak tua, Abu Hurairah memiliki motivasi untuk terus berkembang. Kemampuannya menghafal hadits dan perkataan Rasulullah sangat tinggi.

Meski tidak kaya, ia selalu mengikuti Rasulullah ke mana pun beliau pergi dan mengabdikan dirinya untuk menghafal dan menyampaikan ajaran-ajaran Islam.

3. Sahabat yang Meriwayatkan Hadits Paling Banyak

Abu Hurairah RA dikenal sebagai sahabat yang meriwayatkan hadits paling banyak. Ia menyampaikan lebih dari 5.300 hadits Rasulullah SAW.

Meski ada yang meragukan kesahihan haditsnya, Abu Hurairah dengan tenang menjelaskan bahwa kehadirannya yang konsisten di sisi Rasulullah memungkinkannya untuk meriwayatkan begitu banyak hadits.

4. Rajin Beribadah kepada Allah SWT

Abu Hurairah RA dikenal sebagai orang yang rajin beribadah. Pada malam hari, ia menjauhkan diri untuk melaksanakan salat dan berzikir kepada Allah SWT. Bahkan ketika Rasulullah berperang, Abu Hurairah selalu ikut serta dalam jihad di jalan Allah.

5. Merindukan Surga

Saat sakit menjelang wafatnya, Abu Hurairah sangat merindukan Allah dan surga-Nya. Dalam doanya, ia berharap agar Allah merindukannya seperti rindunya Abu Hurairah pada-Nya.

Abu Hurairah RA adalah sosok yang memberikan kontribusi besar dalam penyebaran ajaran Islam melalui hafalannya yang luar biasa terhadap hadits Rasulullah SAW.

Meskipun memiliki keistimewaan dalam hafalan hadits, Abu Hurairah juga menunjukkan kecintaannya pada makhluk Allah seperti kucing, yang menjadi ciri khas unik dari sahabat yang mulia ini.

Berita Utama

Scroll to Top