AHY Ingatkan Pemerintah Sejumlah Hal

AHY
Pidato AHY pada Rapimnas Partai Demokrat.

JAKARTA, NyaringIndonesia.com – Menginjak usia ke 21 Partai Demokrat memiliki pengalaman lengkap dalam berdemokrasi. Partai Demokrat pernah memimpin negeri ini selama dua periode. Kini,  berada di luar kekuasaan. Menjalankan fungsi checks and balances bagi pemerintahan.

“Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang membahagiakan kita semua. Partai Demokrat memperingati hari ulang tahunnya yang ke-21. Demokrat ada, karena kesetiaan seluruh kader kepada cita-cita para penggagas dan pendiri,” ungkap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato Rapimnas, di depan para para pemimpin, pengurus dan fungsionaris utama; para Ketua DPD dan DPC; para Wakil Rakyat, dan para Kepala Daerah dari Partai Demokrat; Di JCC, Jakarta. Jumat (16/09/2022).

Untuk itu, lanjut AHY, ia  mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader Demokrat dan rakyat Indonesia, atas dukungan dan kesetiaanya selama ini.

BACA JUGA:  Jajaran Polri Akan Diberi Arahan Presiden

Pada pidato Rapat Pimpinan Nasional, AHY menyebut tiga hal. Pertama, Partai Demokrat memikirkan dan mencari solusi atas persoalan rakyat. Utamanya, kondisi sosial ekonomi rakyat.

Kedua, mengambil sikap atas sejumlah isu nasional yang fundamental. Isu-isu ini juga menjadi perhatian rakyat, bahkan dunia. Baik soal demokrasi, kebebasan, keadilan, maupun supremasi hukum.

Ketiga, harapan dan rekomendasi Demokrat, baik pusat maupun daerah, untuk Pemilu 2024.

Tiga hal tadi, kata AHY,  senada dengan suara-suara rakyat yang disampaikan langsung kepada dirinya dalam tiga tahun terakhir.

Dalam pidatonya, AHY juga mengingatkan pemerintah saat ini untuk tidak memaksakan diri membangun infrastruktur dari hasil hutang. Apalagi mega proyek yang sifatnya belum mendesak. Pemerintah juga harus bisa menurunkan harga BBM disaat minyak dunia turun, Dengan begitu, kebutuhan bahan pokok bisa murah, masyarakat bisa menjangkaunya.

BACA JUGA:  Frofil Ibu Kandung Presiden Soekarno

Imbas dari semua ini, hampir 60 persen masyarakat bekerja informal denga npenghasilan yang tak menentu. Sedangkan bagi pekerja formal, kenaikan upah, sebesar 1,09 persen, dirasa tak sebanding, dengan kebutuhan hidup mereka. Apalagi, lanjut AHY, setelah harga BBM naik, inflasi bisa mencapai tujuh persen. Pengeluaran semakin tinggi, sementara pendapatan masih rendah.

“Kita tahu, bahwa dunia tengah bergejolak. Bukan hanya dampak dari peperangan di Ukraina, yang menghadirkan situasi geopolitik dan keamanan internasional: yang panas dan berbahaya. Situasi perekonomian global, juga ikut terdampak. Dan dampak buruk dari krisis ekonomi global ini, telah Indonesia rasakan. Kita mengapresiasi niat baik dan upaya pemerintah, dalam menghadapi tantangan dan ketidakpastian global tersebut. Namun, jika pemerintah tidak cakap melakukan antisipasi, dan adaptasi yang diperlukan; maka perekonomian kita bis atidak selamat, dan rakyat tentu akan menderita karenanya,” tukas AHY.

BACA JUGA:  Warga Geruduk Debt Collector Viral

Terkait visi, Demokrat berpandangan strategi dan kebijakan pembangunan ke depan berbeda dengan kebijakan pemerintahan saat ini, Demokrat justru mengutamakan pembangunan manusia. Tentu tanpa mengabaikan infrastruktur. Infrastruktur pun, seharusnya dibangun secara nasional, pusat dan daerah, serta mencakup semua sektor. Bukan hanya “memprioritaskan jalan-jalan tol.

“Sekali lagi, pembangunan infrastruktur tetap penting, namun harus dilakukan secara bertahap.Mempertimbangkan kemampuan keuangan negara, dan investasi swasta yang sehat. Kita harus mencegah penggunaan dana utang yang terlalu besar. Utang Indonesia 8 tahun terakhir ini meningkat tajam, jauh di atas keamanan fiskal kita.”

 

BERITA TERBARU