Ancaman Boikot Pemilu di Desa Cilangari Karena Jalan Rusak

Cilangari
Kondisi jalan Desa Cilangari Gununghalu

KBB, Nyaringindonesia.com – Warga Desa Cilangari, yang terletak di Kabupaten Bandung Barat, mengancam akan memboikot Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilu 2024 sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah.

Jalan Poros Desa Tegalega Badogol, yang berjarak sekitar 4 kilometer, telah lama mengalami kerusakan, meninggalkan hanya bebatuan dan tanah sebagai permukaan jalan.

Salah satu warga setempat, Rahmat, berpendapat bahwa jalan ini seharusnya telah ditingkatkan menjadi jalan kabupaten mengingat fungsinya sebagai akses utama bagi beberapa desa di sekitarnya, seperti Desa Bunjiaya, Sirnajaya, Gununghalu, dan bahkan Desa Sukasirna di Kabupaten Cianjur.

Meskipun telah didatangi oleh tim sukses calon presiden, Rahmat menyatakan bahwa warga tidak akan tergoda dengan rayuan politik dan menuntut perbaikan jalan sebelum memberikan dukungan politik mereka.

“Pokoknya selama jalan ini tidak diperbaiki, warga sudah sepakat tidak akan datang ke TPS (untuk mencoblos),” tegasnya.

Kepala Desa Cilangari, Sabana, menyampaikan bahwa jalan tersebut bukan hanya menjadi akses utama bagi warga tetapi juga sebagai jalur ekonomi vital.

Warga di daerah tersebut mengangkut material dan produk pertanian melalui jalan ini, menjadikannya jalan yang sangat penting untuk aktivitas ekonomi lokal.

Sejarah perbaikan jalan menunjukkan bahwa terakhir kali jalan ini diaspal pada tahun 2014 dengan dana desa.

Namun, upaya perbaikan pada tahun 2020 terpaksa dibatalkan karena pandemi Covid-19, yang mengharuskan sebagian besar dana desa dialihkan untuk penanganan dampak pandemi.

Ancaman boikot ini mencerminkan ketidakpuasan warga terhadap pelayanan infrastruktur dasar dan menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat.

Berita Utama

Scroll to Top