Cervical Collar atau Neck Collar, Apa Fungsi Alat Kesehatan ini?

Pasien yang menggunakan alat kesehatan penyangga leher atau Cervical Collar
Pasien yang menggunakan alat kesehatan penyangga leher atau Cervical Collar

NyaringIndonesia.com – Dalam dunia medis alat kesehatan Cervical collar/Neck collar biasa disebut juga dengan alat penyangga leher. Alat ini berguna untuk menopang atau menyangga leher dan kepala.

Alat penyangga leher ini digunakan pada pasien yang terkena Cerebral Palsy, pasien cedera leher, atau korban trauma kepala.

Tujuan dari penggunaan Cervical Collar adalah untuk beberapa hal berikut ini:

1. Mengurangi adanya pergerakan leher yang berlebihan selama proses pemulihan

2. Mencegah adanya pergerakan pada tulang serviks yang patah

3. Mencegah terjadinya cedera yang bertambah di tulang belakang

4. Mengurangi rasa sakit akibat cedera di leher atau kepala

Cervical Collar memiliki fungsi sebagai alat terapi pada pasien Celebral Palsy. Alat ini dapat mengurangi gangguan pada bagian kontrol leher.

Cerebral Palsy adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada otot, gerak, dan koordinasi tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada masa kehamilan, ketika proses persalinan, atau di tahun pertama setelah kelahiran.

Penggunaan Cervical Collar dapat menjadi pelindung leher untuk mengurangi pergerakan pada tulang serviks yang patah. Bisa juga sebagai alat terapi untuk menyetel kembali tulang sumsum belakang yang patah.

Apabila pasien yang mengalami cidera tidak ditangani secara cepat dan tepat, maka cedera tersebut dapat semakin memburuk oleh gerakan pasien, hingga bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Cara tepat dalam memasang Cervical Collar

1. Pastikan petugas telah mencuci tangan sebelum proses pemasangan cervical collar.

2. Kepala pasien dipegang dengan cara satu tangan memegang bagian kanan kepala, dimulai dari rahang bawah (mandibular) ke arah temporal. Sementara itu tangan kiri memegang bagian kiri kepala dengan cara yang sama.

3. Cervical Collar digunakan dengan memasukkan bagian yang bertekuk tepat pada dagu secara perlahan.

4. Bagian belakang Cervical Collar diletakkan ke leher belakang hingga sedikit melewati leher.

5. Kedua sisi Cervical Collar direkatkan satu sama lain.

Cervical Collar ini masuk dan tercover BPJS Kesehatan jika pasien rawat inap, dan tiap rumah sakit bisa saja menyediakan Cervical Collar dari berbagai merk dan harga yang berbeda.

Editor : Fauzi Eka Suryana

# # # # #

Berita Utama

Scroll to Top