Kebenaran Hukum dan Pembunuhunan Karakter

buku
Kebenaran Hukum, Melawan fitnah dan pembunuhan karakter

NyaringIndonesia.com – Karakter adalah eksisitensi manusia dalam realita kehidupannya sebagai makluk sosial. Bersaing untuk mendapatkan yang terbaik kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, hal itu wajar mengingat sifat alami manusia tidak pernah puas dan selalu ingin lebih dari yang lain.

Sepanjang persaingan dilakukan dengan cara yang positif pastinya sah-sah saja, yang tidak wajar adalah jika persaingan dilakukan dengan berbagai cara termasuk cara negative yang tak bermoral, seperti “pembunuhan karakter” lawan agar terlihat buruk dimata masyarakat atau usaha menghilangkan orisinalitas atau keaslian karakter seseorang dalam pandangan orang lain.

Pembunuhan karakter adalah suatu kasus dimana seseorang menolak karakter orang lain karena tidak cocok dengan karakter orang tersebut.  Semua orang ingin diterima dikalangan masyarakat tanpa ada tekanan sedikitpun. Penyesuaian diri dengan lingkungan terkadang sangat sulit untuk dijalani.

BACA JUGA:  Asal Mula Nama RS Dustira, Siapakah Beliau???

Terkadang manusia harus bisa menyesuaikan diri didalam lingkungan dan harus menjelma menjadi orang lain, itu harus dilakukan, jika tidak maka akan terjadi yang namanya penolakan. Pembunuhan karakter diawali ketika seseorang mulai menghina sesuatu yang berbeda dari orang lain.

Pembunuhan karakter lazim sekali terjadi dalam dunia politik dan dunia kerja, dengan tujuan merubah karakter unik seseorang yang disukai menjadi tidak disukai, untuk penolakan seseorang yang seharusnya tidak ditolak bahkan menghina sesutu yang seharusnya tidak boleh dihina.

Dengan membunuh satu karakter, secara otomatis membunuh karakter – karakter lainnya bahkan bisa menyebabkan si-empunya karakter menderita lahir bathin, kelaparan, malu, tersiksa, rasa bersalah dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Awal Perintah Shalat Dalam Sehari

Pembunuhan karakter dalam dunia politik disebabkan oleh persaingan yang ketat dengan tujuan untuk melemahkan kreatifitas seseorang atau sekelompok demi memenangkan persaingan tersebut, atau bisa juga karena adanya sentiment pribadi atau kelompok.

Dalam dunia poltik pembunuhan karakter ini disebut dengan istilah “black campaign, yaitu kampanye negative dalam upaya menjatuhkan lawan melalui isu-isu negative, terkadang tidak benar atau cenderung fitnah. Kondisi ini tidak saja menyangkut fitnah dan menyebarkan berita bohong tentang seseorang. Namun juga menyangkut pencitraan tentang seorang dari orang lain.

Sementara citra diri merupakan hal penting dan berperan besar dalam kelangsungan kehidupan sosial seseorang. Termasuk dalam kehidupan karir. Sehingga bisa dibayangkan sendiri akibat yang harus ditanggung ketika mengalami sebuah pembunuhan karakter, seseorang akan sulit berkembang, kehilangan daya kreasi bahkan dapat menyebabkan kematian jika si korban tidak kuat menghadapinya.

BACA JUGA:  Karakter Soekarno Sang Proklamator Berdasarkan Primbon Jawa

Karena pembunuhan karakter dilakukan dengan cara memfitnah dan memanipulasi data, maka faktor kebohongan memegang peranan yang sangat menentukan. Semakin besar kebohongan itu, semakin dia meyakinkan. Kata Joseph Goebbel, seorang menteri ahli propaganda pada rezim Nazi dan seorang  ahli strategi Italia bernama Niccolo Machiavelli menulis dalam bukunya “the ends justify the means”  bahwa tujuan menghalalkan cara. Pemikiran ini kemudian melahirkan istilah “Machiavellism” yang bermakna taktik yang licik. Dua prinsip inilah yang dianut pelaku pembunuhan karakter

Penulis Tengku Maha Sabirin

BERITA TERBARU

dikdik

MPP Telah Resmi Dibuka

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Mal Pelayanan Publik (MPP) kota Cimahi, sudah di resmikan oleh Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur