Meranti Masuk Daftar Daerah Termiskin

Meranti

PEKANBARU, NyaringIndonesia.com – Bupati kepulauan meranti H. Muhammad Adil, SH., MM. mengikuti rapat kerja bersama Gubernur Riau dan kementerian perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/ Badan Perencanaan Perencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas), Sabtu (8/10) di Balai serendit Pekanbaru.

Rapat yang di pimpinan oleh Gubernur Riau Drs H. Syamsuar, Msi dihadiri oleh Kepala Bappenas diwakili oleh Sekretaris Bappenas Taufik Hanafi dan para deputi.

Acara ini membicarakan terkait dukungan kegiatan prioritas pembanguan Di Provinsi Riau untuk menungkatkan Daya Saing, dan juga membahas tentang perencanaan infrastruktur, termasuk investasi, dan sebagainya.

Dalam sambutannya Gubri Syamsuar menyampaikan,bahwa kehadiran dari Sekretaris Bappenas Taufik Hanafi bersama jajarannya ke Riau dalam rangka untuk persiapan perencanaan pengembangan kawasan industri, hilirisasi komoditas yang ada di Riau termasuk infrastruktur.

BACA JUGA:  Gubri Syamsuar Banyak Menerima Masukan Dari Bupati Meranti

Pada pertemuan ini gubri juga mengungkapkan bahwa Riau merupakan salah satu penyumbang bagi negara dalam rangka kemajuan investasi. Oleh karena itu momen pertemuan bersama Bappenas ini dimanfaatkan Pemprov Riau bersama seluruh kepala daerah di Riau memberitahu kepada Bappenas kondisi Riau ini tidak sebanding dengan infrastruktur yang ada.

“Sehingga kita harapkan nanti perencanaan yang akan datang bisa lebih baik lagi untuk kemajuan daerah Provinsi Riau,” ungkapnya

Pada kesempatan ini Bupati Kepulauan Meranti, H. Muhammad Adil menyampaikan kondisi Kabupaten kepulauan yang merupakan daerah 3 T dan paling banyak miskin ekstrimnya.

Menurut data BPS 2021, 25,68 persen Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan Kabupaten termiskin, yang seharusnya mendapat perhatian lebih baik dari pemerintahan pusat dan Provinsi.

BACA JUGA:  Banyak Penghuni Rusunawa di Kota Cimahi Tidak Sanggup Membayar Sewa

“Saya merasa kampung saya Meranti paling miskin. Kalau Pak Sekretaris Bappenas mau tahu, Meranti itu paling tinggi miskin ekstrim. Tapi saya tak ada lihat di paparan yang disampaikan Bappenas bagaimana cara membangunnya,” katanya.

Instruksi dari Presiden bahwa pada tahun 2024 miskin ekstrim harus 0, sedangkan di meranti Ada 12 ribu lebih masyarakat miskin ekstrim di Meranti. Ada 1.344 nelayan di Meranti miskin ekstrim, ada 366 pedagang yang miskin, belum lagi pekarja lepas , petani dan wirasuasta yang merupakan data dari pusat. Ujarnya

“Namun saya belum melihat dalam paparan bagaimana cara untuk me nol kan miskin ekstrim tersebut” ungkap bupati.

Beliau juga menyayangkan ketidakhadiran Menteri Bappenas pada rapat yang sangat penting ini, dalam pembanguan daerah di provinsi Riau.

BACA JUGA:  Pemerintah DIY Akan Tindak Oknum Guru BK yang Paksa Siswinya Berjilbab

Bupati juga berharap perhatian dari pusat terkait pembangunan daerah di provinsi Riau, terutama pada daerah yang 3 T yang miskin ekstim seperti Kabupaten kepulauan Meranti.

BERITA TERBARU