Perawatan Kulit Wajah Sebaiknya Jangan Terlalu Sering

Illustrasi kerusakan wajah (foto, pixabay)

NyaringIndonesia.com – Kulit wajah baik pria maupun wanita sebaiknya memang perlu dilakukan perawatan secara rutin. Namun, asal jangan terlalu sering (over-exfoliation) karena kulit bisa saja mengalami kerusakan.

Exfoliation atau eksfoliasi adalah perawatan kulit yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran di permukaan kulit, sehingga bermanfaat untuk mencerahkan kulit, mencegah munculnya jerawat, mengurangi tanda-tanda penuaan dini, dan meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit.

Ada 2 cara untuk melakukan eksfoliasi wajah, yaitu dengan eksfoliasi kimia dan mekanik.

Eksfoliasi kimia dilakukan dengan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung bahan kimia tertentu, seperti alpha-hydroxy acid (AHA) dan beta-hydroxy acid (BHA). Sementara, eksfoliasi mekanik dilakukan dengan menggosok kulit wajah secara lembut menggunakan alat tertentu, seperti spons atau scrub.

Umumnya, eksfoliasi wajah hanya perlu dilakukan sebanyak 1–2 kali dalam seminggu. Apabila dilakukan terlalu sering, alih-alih membawa manfaat, kulit wajahmu justru bisa mengalami kerusakan.

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda yang akan muncul pada kulit jika mengalami over-exfoliation:

  • Kulit kemerahan
  • Kulit mengelupas
  • Kulit kering dan bersisik
  • Kulit terasa terbakar
  • Muncul bercak merah yang tidak merata
  • Muncul jerawat, terutama jerawat-jerawat kecil atau bruntusan
  • Kulit terasa lebih sensitif terhadap produk perawatan kulit yang biasa digunakan

BACA JUGA:  BKM Leuwigajah Siap Tuntaskan STBM

Selain itu, kulit yang terlihat terlalu glowing hingga terkesan kering juga bisa menjadi tanda bahwa kulitmu mengalami over-exfoliation. Kondisi ini bisa menandakan bahwa sel-sel dan minyak alami pada kulitmu justru hilang.

Apabila kulit wajahmu menunjukkan tanda-tanda over-exfoliation seperti di atas, beberapa cara ini bisa kamu coba untuk membantu mengatasinya:

  1. Hentikan eksfoliasi

Saat kulit mengalami kerusakan akibat over-exfoliation, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah berhenti melakukan eksfoliasi, baik eksfoliasi kimia maupun mekanik, hingga tanda-tanda over-exfoliation mereda dan kulitmu kembali ke keadaan normalnya.

Perlu diketahui juga bahwa keadaan normal setiap kulit bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, bila tipe kulitmu biasanya berjerawat, maka saat tanda kelebihan ekfoliasi mereda, maka bisa saja akan muncul jerawat kembali.

  1. Gunakan produk perawatan kulit dasar

BACA JUGA:  Izin Praktek Belum Beres, Puskesmas Cipageran Belum Bisa Praktek

Selama kulit wajahmu masih menunjukkan tanda-tanda over-exfoliation, sebisa mungkin gunakan basic skincare atau produk perawatan kulit dasar saja, seperti pembersih wajah, pelembab, dan sunscreenJangan lupa juga untuk memilih produk perawatan kulit yang ringan dan tanpa pewangi.

  1. Kompres dingin

Untuk mengurangi rasa terbakar, kemerahan, dan peradangan pada kulit akibat over-exfoliation, kamu juga bisa menggunakan kompres dingin di wajah. Selain kompres dingin, gel lidah buaya yang sudah didinginkan juga dapat membantu menenangkan wajah yang mengalami over-exfoliation.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kulit yang mengalami over-exfoliation. Umumnya, pemulihan kulit yang mengalami over-exfoliation bisa memakan waktu hingga 1 bulan. Jadi, lakukanlah cara-cara di atas dengan konsisten, ya.

BACA JUGA:  Kesehatan Keluarga Terjaga, Kurangi Konsumsi Makanan Berikut

Apabila setelah melakukan cara-cara di atas, kondisi kulitmu yang mengalami over-exfoliation tidak kunjung membaik atau malah semakin memburuk, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter. (Alodokter)

Terakhir diperbarui: 3 Juli 2022

Ditinjau oleh: dr. Merry Dame Cristy Pane

BERITA TERBARU