Pesan Mantan Walkot Cimahi Kepada Pj Wali Kota, Ngatiyana: Jaga Cimahi Baik-baik

sertijab
Serah terima jabatan mantan Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana (kanan) kepada Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan (kiri)

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Sebelum menjabat Wali Kota Cimahi sejak 16 Agustus 2022, Letkol (Purn) Ngatiyana mengawali karirnya sebagai Wakil Wali Kota Cimahi periode 2017-2022. Kemudian menjadi Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota terhitung dari 28 November 2020.

Sebelum masa jabatannya berakhir pada 22 Oktober 2022, selama kurang lebih dua bulan sebagai Wali Kota Cimahi definitif, Ngatiyana terus secara estafet melakukan pembangungan dan inovasi yang bisa dirasakan masyarakat. Terutama terkait inovasi pelayanan publik, baik inovasi di Disdukcapil dan perizinan di DPMPTSP, pelayanan kesehatan hingga upaya penurunan angka pengangguran. Hal lain, seperti bantuan sosial pendidikan seperti pemberian SPP gratis bagi siswa tingkat SD dan SMP dan bantuan santunan kematian bagi warga tidak mampu.

Sertijab
Penandatanganan serah terima jabatan dari mantan Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana kepada Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan.

Untuk infrastruktur, Ngatiyana lebih fokus membangun terhadap permasalahan banjir dengan membangun sejumlah drainase dan pembebasan tanah di wilayah Kelurahan Cigugur dan pengentasan kemacetan yang ditandai dengan sejumlah pembangunan seperti pembagunan underpass di jalan Dustira serta perluasan jalan di jalan Baros. Tidak hanya itu Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga jadi perhatiannya. Sehingga, Cimahi pun membuat dan merevitalsiasi beberapa taman. Bahkan dimasa kepimpinan di Cimahi juga dibuat mal pelayanan publik (MPP) untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat.

BACA JUGA:  Banyak Penghuni Rusunawa di Kota Cimahi Tidak Sanggup Membayar Sewa

pidato
Pidato sambutan mantan Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana.

”Nah salah satu kendala menangani banjir itu karena harus membebaskan lahan di Margaasih, yang sebetulnya itu jadi kewenangan Kabupaten Bandung. Tapi semuanya terus berproses,” bebernya.

Sementara terkait kemacetan, Ngatiyana menjelaskan jika saat ini sudah dilakukan pembangunan underpass dan double track di bunderan Leuwigajah.

”Masih ada juga rencana pembanguann underpass di Gatot Soebroto, Jalan Bapak Ampi, Cimindi, semua itu adalah upaya untuk menangani kemacetan di Cimahi,” terangnya.

Ngatiyana mengklaim selama menjabat pihaknya sudah mempekerjakan 1.500 orang lebih yang disalurkan ke perusahaan yang ada di Cimahi.

”Ada yang ke pabrik di Cimahi dan ada juga yang kita salurkan ke Jepang,” bebernya.

Ngatiyana mengaku, dirinya sudah menyampaikan beberapa hal kepada Pj Wali Kota Dikdik S Nugrahawan agar melanjutkan semua pekerjaan yang belum dapat diselesaiakannya. Salah satunya tentang program pembangunan seperti persoalan banjir Melong, pembangunan taman alun-alun serta underpass di tiga titik yaitu Pussenarmed, Pusdikpom dan Cimindi yang direncanakan akan dibangun di tahun 2003.

Pj Walkot
Pidato sambutan Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan.

Selain itu juga meminta Pj Wali kota untuk melanjutkan koordinasi komunikasi dengan Bupati Bandung juga Wali Kota Bandung untuk penanganan banjir. Salah satunya menyelesaikan pembebasan lahan di  Margaasih, juga koordinasi dengan Wali Kota Bandung untuk menuntaskan kolam retensi di Pasirkaliki.

BACA JUGA:  Apresiasi Tokoh Warga Baros Untuk Geber yang Digagas ABS

Ngatiayana pun berkeyakinan Pj Wali Kota Dikdik S Nugrahawan mampu dan akan melanjutkan semua pekerjaan yang belum usai serta meneruskan hal-hal yang baik yang sudah dikerjakan.

”Mudah-mudahan koordinasi yang sudah kita lakukan dengan Kabupaten dan Kota Bandung ini dilanjutkan, sehingga terjadi kesinambungan untuk kepentingan bersama,” tandasnya.

Dikdik Bakal Jalankan Konsep Pembangunan Berkelanjutan
Sementara itu, mengawali sambutannya sebagai Pj. Wali Kota Cimahi, Dikdik mengaku telah melalui banyak suka dan duka dengan Wali Kota Cimahi Ngatiyana. Dari hal-hal tersebut itu lah dirinya mengaku banyak mendapat pelajaran untuk membangun kota dan mensejahterakan masyarakat.

Technopark
Suasana serah terima jabatan Wali kota kepada Pj Wali Kota Cimahi di Gedung Technopark.

Dari banyak pelajaran yang didapatnya itu juga, Dikdik mengaku siap untuk melanjutkan program pemerintahan yang sedang berjalan, atau yang belum terselesaikan.
Dikdik juga menyebut pentingnya memahami slogan Kota Cimahi, ‘Saluyu Ngawangun Jati Mandiri’ yang memiliki arti berjalan harmonis serasi dengan selaras, bahu membahu dalam membangun citra diri yang mandiri dalam kemajuan.

”Slogan ‘Saluyu Ngawangun Jati Mandiri’, bukan hanya diucapkan secara lisan saja, namun untuk dilakukan dan diimplementasikan. Semua harus sepakat bersama-sama membangun Kota Cimahi,” terangnya.

BACA JUGA:  PP Kota Cimahi Ingin Kadernya Berani Tampil Pada Pileg 2024

Untuk mewujudkan hal tersebut ia mengajak semua jajaran ASN Kota Cimahi, stakeholder serta seluruh lapisan masyarakat Kota Cimahi untuk bersatu, saling asah, saling asuh, bekerja sama untuk mencapai kemajuan Kota Cimahi. Dia pun berjanji bakal menjalankan konsep pembangunan yang berkelanjutan selama dirinya dipercaya menjadi Pj Wali Kota Cimahi.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh wali kota sebelumnya akan menjadi bahan untuk   melakukan pengembangan dan penyempurnaan.

”Kami akan melanjutkan program yang belum tuntas dari  mulai pembangunan flyover walaupun itu memang dibiayai dari APBN,  kemudian penanganan banjir menjadi fokus  untuk diselesaikan,” ungkapnya.

Dikatakannya, akibat dari kondisi  cuaca, banjir ini akan memerlukan energi yang lebih bagaimana Pemkot Cimahi harus membuka komunikasi dengan Pemkab Bandung, Pemkot  Bandung maupun dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat supaya persoalan banjir di Cimahi ini bisa diselesaikan.
Terkait dengan prediksi gubernur soal akan datangnya resesi ekonomi, Dikdik mengatakan, resesi ekonomi yang terjadi pada 1997 lalu harus dijadikan pengalaman bagaimana roda ekonomi terus bisa bererak, yaitu dengan membangun ekonomi kemasyarakatan yang mampu  menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di Kota Cimahi.

”Pengembangan ekonomi kerakyatan akan menopang roda perekonomian seperti halnya terjadi saat resesi ekonomi tahun 1997 lalu,” bebernya.
Sementara terkait dengan kondisi keamanan lingkungan, Dikdik mengatakan bagaimana kita kembali keakar budaya gotong royong dengan menggerakan kembali Siskamling.

”Saya kira tidak ada salahnya dan bahkan harus kita kembali keakar budaya semua pihak untuk guyub,” pungkasnya. (NI)

BERITA TERBARU