Polres Purwakarta Bongkar Praktik Prostitusi Online, Dua Pria Terduga Mucikari Tertangkap

Polres Purwakarta Bongkar Praktik Prostitusi Online, Dua Pria Terduga Mucikari Tertangkap
Jajaran Polres Purwakarta saat memberikan keterangan kepada awak media terkait praktik prostitusi online yang terjadi diwayah hukumnya.

PURWAKARTA, NyaringIndonesia.com – Praktik prostitusi online dengan tarif jutaan rupiah di wilayah Kabupaten Purwakarta berhasil di bongkar Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta.

Terduga dua orang pria yang menjadi mucikari ikut ditangkap setelah polisi mengungkap praktik tersebut di salah satu hotel di Kabupaten Purwakarta.

Kapolres Purwakarta, AKBP Suhardi Hery Haryanto, melalui Kasat Reskrim, AKP M Zulkarnaen mengatakan, penangkapan pelaku berinisial HAD alias Bacang (24) warga Desa Ciwangi Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta dan MAD (22) warga Desa Pasawahan Kidul, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta itu berlangsung di sebuah hotel di Purwakarta, pada Kamis, 14 April 2022 sekira pukul 23.30 WIB.

“Berdasarkan pengakuan mucikari bahwa transaksi berawal dari custamer memesan cewek via aplikasi Whatsapp kemudian oleh mucikari pesan tersebut di olah dan diteruskan kepada para pekerja untuk melayani tamu,” jelas Zulkarnaen, pada Jumat, 22 April 2022.

BACA JUGA:  Pemkab SBB Diminta Tinjau Ulang Izin Operasional Alfamart-Indomart

BACA JUGA: Modus Menawarkan Pekerjaan, Seorang Pencuri Motor Diringkus Polres Purwakarta

Kasus tersebut terungkap, kata dia, berawal dari adanya laporan masyarakat, kemudian pihaknya selidiki dan ternyata memang ada prostitusi daring di hotel itu.

Dijelaskannya juga mereka ditangkap, saat bertransaksi dengan lelaki hidung belang untuk melakukan kegiatan prostitusi online di hotel.

“Mereka sebagai mucikari, kalau ada yang pesan, mereka menyiapkan dan menghubungkan melalui aplikasi WhatsApp. Menurut keterangan pelaku perbuatan tersebut dimulai sejak tahun 2020,” ungkap Zulkarnaen.

Ia menyebut, Kedua mucikari menawarkan perempuan itu kepada pria hidung belang dengan harga berkisar Rp. 2 juta sekali kencan.

BACA JUGA: Unit Reskrim Polsek Purwakarta Evakuasi Warga Tertabrak Kereta Api

“Dari hasil bisnis haram tersebut, tersangka mendapatkan keuntungan sebesar 30 persen dari nilai transaksi atau tarif yang ditawarkan sebagai komisi,” beber mantan Kasat Reskrim Polres Subang itu.

BACA JUGA:  Rakor Menko PMK dan Gubri, Bupati Adil Pertanyakan Anggaran Meranti

Selain mengamankan kedua mucikari, tambah dia, pihaknya juga menyita barang bukti, diantaranya uang tunai Rp. 2 juta rupiah, sebuah ATM Bank BCA milik salah satu pelaku, sebuah kunci kamar hotel, sebuah sprei warna abu-abu,sebuah handuk warna putih dan dua unit handphone iPhone 12 Pro warna biru dan iPhone 7 warna hitam milik pelaku.

“Kedua mucikari atau yang menjadi perantara pelanggan dengan pekerja seks komersial (PSK) itu akan dikenai pasal 296 KUHPidana dan atau pasal 506 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan,” Tungkas AKP M Zulkarnaen.

BERITA TERBARU

dikdik

MPP Telah Resmi Dibuka

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Mal Pelayanan Publik (MPP) kota Cimahi, sudah di resmikan oleh Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur