Search
Close this search box.

Sengkuni Masa Kini Strategi Licik dalam Dinamika Politik dan Media Sosial

Dinamika
Dadang A. Sapardan Camat Cikalongwetan, Kab. Bandung Barat

KBB, Nyaringindonesia.com – Dalam era modern yang dipenuhi dengan dinamika politik dan penggunaan media sosial yang masif, istilah “Sengkuni” sering digunakan untuk menggambarkan tokoh politik yang dianggap licik dan manipulatif dalam upaya mencapai kekuasaan. Artikel ini mengeksplorasi konsep Sengkuni dalam konteks politik dan media sosial saat ini.

Sengkuni, dalam pewayangan tradisional Indonesia, adalah tokoh antagonis yang dikenal karena taktik jahatnya dalam merebut kekuasaan dengan cara-cara licik seperti fitnah, adu domba, dan strategi manipulatif lainnya. Tokoh ini memainkan peran utama dalam perebutan kekuasaan yang menyebabkan perang Bharatayudha antara Pandawa dan Kurawa.

Dalam kehidupan modern, karakter Sengkuni masih relevan. Banyak tokoh politik dan individu dianggap menggunakan strategi yang mirip dengan Sengkuni dalam upaya mereka untuk mencapai kekuasaan atau mencapai tujuan pribadi mereka. Mereka dapat menggunakan media sosial dan internet untuk menyebarkan fitnah, mengadu domba, dan memanipulasi opini publik.

Media sosial, dengan berbagai platform seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube, telah menjadi saluran utama untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Namun, fenomena ini juga memungkinkan penyebaran informasi palsu, taktik politik yang licik, dan manipulasi opini publik.

Artikel ini mengingatkan pembaca tentang pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi informasi yang diproduksi dengan niat jahat dan licik, seperti yang dilakukan oleh karakter Sengkuni dalam pewayangan. Karakteristik Sengkuni, seperti sifat licik dan haus akan kekuasaan, dapat muncul dalam berbagai konteks kehidupan, termasuk dalam setting organisasi dan pekerjaan.

Pentingnya kesadaran akan potensi kehadiran karakteristik seperti Sengkuni dalam kehidupan sehari-hari, serta kemampuan untuk mengenali dan menanggapi strategi licik dengan bijak, adalah pesan utama yang ingin disampaikan dalam artikel ini.

Berita Utama