Ketua WI Jabar Sesalkan Pernyataan Steakholder

Ketua WI Jabar Sesalkan Pernyataan Steakholder
Ketua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jabar Dr. H. Edwin Senjaya, SE, MM menyesalkan pernyataan sejumlah stakeholders dunia olahraga di Jawa Barat

BANDUNG, NyaringIndonesia.comKetua Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jabar Dr. H. Edwin Senjaya, SE, MM menyesalkan pernyataan sejumlah stakeholders dunia olahraga di Jawa Barat, yang menginginkan Ahmad Saefudin kembali menjabat sebagai Ketua Koni Jabar untuk ketiga kalinya.

“Tidak boleh ada kultus individu dalam kepengurusan KONI Jabar, betapapun orang itu dinilai berprestasi. Karena, patokannya adalah ketaatan terhadap aturan main yang tercantum dalam AD/ART KONI,” jelas Edwin dalam keterangannya, jumat (4/3/22) seperti di kutip WJ Today.

“Kita semua tahu, AD/ART KONI secara tegas menyebut, Ketua Umum KONI baik di pusat maupun daerah hanya bisa menjabat untuk dua periode. Pa Ahmad sudah dua periode, yaitu 2014-2018 dan 2018-2022, dan tentunya tidak boleh maju lagi. Usulan 3 periode ini harus ditolak,” tambahnya.

BACA JUGA:  Usai Dilantik, Wali Kota Cimahi Hadir di Acara Do’a Kebangsaan Tingkat Kota

Pernyataan ini, menurut Edwin, bukan karena tak menghargai atas prestasi Ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin.

“Secara pribadi hubungan saya baik sama beliau. Saya juga sangat memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih oleh KONI Jabar di bawah kepemimpinannya. Tapi ketika bicara aturan, saya harus menegaskan, tak boleh sampai ada preseden buruk di kemudian hari, ketika KONI Jabar jadi pelanggar AD/ART,” tegas Wakil Ketua DPRD Kota Bandung.

BACA JUGA: Askot PSSI di Bantu Kadin Kota Cimahi  Gelar Kompetisi Cimahi Soccer Fest 1

Hal senada dikemukakan Ketua KONI Kota Cimahi H. Aris Permono, S,Sos, M.Si. Menurutnya pencalonan Ahmad Saefudin untuk ketiga kalinya dikhawatirkan dapat mencederai aturan.

BACA JUGA:  DKM Baitul Mukhlisin dan Klinik Khitan Kota mas Cimahi Mengadakan Khitanan Masal

“Ya boleh-boleh saja kalau pendukung Pa Ahmad akan mencalonkannya, tapi akan berhadapan dengan AD/ART yang melarangnya,” kata Aris Permono.

Aris juga menegaskan pencalonan untuk ketiga kalinya ini ditakutkan dapat menimbulkan kontroversi dan polemik serta perpecahan di tubuh KONI Jabar.

Bahkan tidak mustahil, lanjut dia. Gugat  menggugat akan jadi keniscayaan dan ini kontraproduktif dengan upaya untuk mempersiapkan kontingen dalam PON 2024 mendatang.

“Kecuali kalau dalam Munas KONI Pusat terjadi perubahan dalam AD/ART, yang memperkenankan seseorang menjabat untuk periode ketiga kalinya. Tapi ini akan jadi proses panjang,” pungkas Aris. (Red).

BERITA TERBARU

dikdik

MPP Telah Resmi Dibuka

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Mal Pelayanan Publik (MPP) kota Cimahi, sudah di resmikan oleh Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur