Untuk yang punya Anak, Bagaimana Penanganan Demam pada Anak dengan Penurun Panas?

Bagaimana Penanganan Demam pada Anak dengan Penurun Panas?
Bagaimana Penanganan Demam pada Anak dengan Penurun Panas?

NyaringIndonesia.com – Demam itu reaksi normal tubuh yang bermanfaat melawan kuman. Walaupun banyak orangtua memberikan obat penurun panas, perlu ditekankan bahwa tujuan utama obat tersebut adalah membuat anak merasa nyaman, bukan mempertahankan suhu yang normal.

Saat anak mengalami demam, orang tua harus memperhatikan aktivitas anaknya secara umum, apakah masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, dan perhatikan buang air kecil anaknya setiap 3-4 jam.

Jika anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, segera bawa anak ke dokter. Saat anak sedang tertidur lelap, sebaiknya orangtua tidak membangunkan untuk memberi obat penurun panas.

Obat penurun panas harus disimpan di tempat yang aman dan tidak terjangkau oleh anak-anak. Pemberian obat penurun panas harus diberikan berdasarkan berat badan anak dan diperlukan sendok obat yang khusus, yang bisa didapatkan dari apotek saat membeli obat tersebut.

Parasetamol merupakan pilihan lini pertama untuk menurunkan demam dan menghilangkan nyeri. Kombinasi dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara selang seling setiap 4 jam tidak terbukti  secara ilmiah memiliki efek antipiretik/analgetik yang lebih kuat dibanding pengguaan satu macam antipiretik.

Indikasi  utama pemberian obat penurun panas adalah membuat anak merasa nyaman dan mengurangi kecemasan orangtua, bukan menurunkan suhu tubuh. Pemberian obat penurun panas diindikasikan untuk anak demam dengan suhu 38°C diukur dari lipat ketiak anak.

Dengan menurunkan demam maka aktivitas dan kesiagaan anak membaik, dan perbaikan suasana hati (mood) dan nafsu makan juga semakin membaik.

Beberapa tahun terakhir, penggunaan dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen sering digunakan untuk  mengobati demam pada anak di Rumah Sakit dan di rumah. Praktik seperti ini tidak dianjurkan karena sering terjadi kesalahan dosis obat, interval pemberian yg salah, dan intoksikasi obat karena berlebihan.

Parasetamol bisa digunakan untuk anak dari mulai anak berusia beberapa minggu. Sediaan parasetamol cukup beragam mulai dari parasetamol drops, parasetamol sirup, parasetamol suppositoria, ataupun parasetamol tablet.

Orang tua bisa menyesuaikan penggunaan parasetamol sesuai usia anak. Dan selalu sedia parasetamol dirumah sebagai pertolongan pertama saat anak demam.

Jika setelah pemberian parasetamol selama 2-3 hari anak masih demam, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampaikan pada dokter tentang obat apa saja yang sudah diberikan dan berapa dosis yang sudah orang tua berikan pada anak.

Kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam karena dapat meningkatkan pusat pengatur suhu (set point) hipotalamus, mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh.

Kompres dingin mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang meningkatkan suhu tubuh. Selain itu, kompres dingin mengakibatkan anak merasa tidak nyaman.

Kompres air hangat (tepid sponging), Tepid merupakan suatu kompres/sponging dengan air hangat. Penggunaan kompres air hangat di lipat ketiak dan lipat selangkangan (inguinal) selama 10-15 menit akan membantu menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan.

Jika dokter dan orang tua merasa kompres diperlukan (misalnya suhu tubuh meningkat lebih dari 40 derajat Celsius, yang tidak respon obat penurun panas) maka penting untuk memberikan obat penurun panas terlebih dahulu untuk menurunkan pusat pengatur suhu di susunan saraf otak bagian hipotalamus, kemudian dilanjutkan kompres air hangat.

Pengobatan Herbal seperti Homeopati, terapi herbal, aromaterapi, akupuntur, refleksiologi, pijat, shiatsu, kiropraktik, osteopati dan penyembuhan spiritual belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam.

Editor : Fauzi Eka Suryana

# # # # # #

Berita Utama

Scroll to Top